Berita Provinsi Gorontalo
310 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sepanjang 2023, Kabupaten Gorontalo Dominasi
Sebanyak 310 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo sepanjang 2023
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yana-Yanti-Suleman-66667.jpg)
Bagaimana tidak, kasus tersebut hingga menyebabkan seorang anak meninggal dunia karena perilaku ibu asuhnya itu memukuli korban.
Hingga saat ini, kata dr Yana, pihaknya masih mendampingi ketiga anak yang diasuh oleh ibu tersebut dan telah dilakukan pendampingan healing.
Pendampingan tersebut, untuk memulihkan psikologi dari ketiga anak itu. Sebab, beberapa waktu tiga anak itu sempat tidak mau bicara, pandangan kosong, hingga tak bisa fokus dari pandangannya.
"Makanya, kami lakukan pendampingan healing sampai dengan terapi psikologi," imbuhnya.
Untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo, pihak dinas memerlukan pentingnya kerjasama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kasus-kasus tersebut.
Penyebab utama dari kasus-kasus kekerasan ini meliputi berbagai faktor, seperti konflik keluarga, pelecehan seksual, dan situasi kekerasan dalam hubungan intim.
Dinas P3A Provinsi Gorontalo terus melakukan sosialisasi, edukasi, serta penguatan sistem perlindungan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sementara, untuk upaya penanganan kasus ini, pihak dinas juga memperkuat layanan bantuan bagi korban kekerasan, dengan memberikan pendampingan, konseling, dan akses terhadap layanan medis yang diperlukan.
"Tentunya kami siap, jika ada korban kekerasan yang ingin dilakukan pendampingan dan layanan medis lainnya," pungkasnya. (*)