Berita Provinsi Gorontalo
310 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sepanjang 2023, Kabupaten Gorontalo Dominasi
Sebanyak 310 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo sepanjang 2023
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yana-Yanti-Suleman-66667.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebanyak 310 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo sepanjang 2023
Kabupaten Gorontalo merupakan wilayah yang paling tertinggi mendominasi dari kasus kekerasan tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Gorontalo, dr Yana Yanti menyatakan, keprihatinannya atas meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut.
Menurutnya, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu masih terus terjadi dan berlanjut di Gorontalo.
Kendati, peraturan tentang perlindungan anak dan perempuan ataupun tindak pidana perdagangan orang itu telah diatur dan sudah ada regulasinya.
Dari sejumlah data yang dicatatkan oleh Dinas P3A Provinsi Gorontalo, Kabupaten Gorontalo yang paling tertinggi dari wilayah lainnya.
Kabupaten Gorontalo tercatat menyumbang jumlah tindak kekerasan sebanyak 87 kasus, yang didominasi adalah kekerasan terhadap perempuan.
Sementara, untuk wilayah lainnya seperti Kabupaten Boalemo sebanyak 39 kasus, Pohuwato 46, Bone Bolango 80, Gorontalo Utara 28 dan Kota Gorontalo 30 kasus.
Dari total keseluruhan, kata dr Yana, perempuan yang paling banyak mengalami tindak kekerasan, dengan jumlah 294 korban.
Sedangkan, untuk korban dari laki-laki, sedikitnya hanya 38 korban.
"Sebanyak 90 persen, kasus kekerasan ini dilakukan oleh laki-laki," ungkapnya melalui sambungan telepon kepada TribunGorontalo.com, Kamis (28/12/2023).
Namun begitu, tak menutup kemungkinan perempuan juga sering melakukan kekerasan terhadap laki-laki. Terutama, kekerasan terhadap seorang anak.
Seperti halnya, kasus seorang ibu yang memukuli empat orang anak asuhnya
Kepala Dinas P3A Provinsi Gorontalo itu tak menampik, kasus seorang ibu itu merupakan kasus yang paling viral dan terbesar di Gorontalo selama ditangani oleh dinasnya.
"Tentunya kasus ini masih belum hilang diingatan kita, yang terjadi di salah satu kabupaten di Gorontalo," jelasnya.