Human Interest Story
Cerita Marni Husain, Mahasiswi Penjual Telur Goreng di Pohuwato
Cerita Marni Husain (23) Warga Desa Patuhu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo yang berjualan untuk biaya kuliah
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Marni-Husain-mahasiswi-penjual-telur-goreng-di-Pohuwato-666.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO -- Cerita Marni Husain (23) warga Desa Patuhu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo yang berjualan untuk biaya kuliah
Marni adalah penjual berbagai macam jajanan di objek wisata Pantai Pohon Cinta, Pohuwato, Gorontalo
Menariknya, Marni seorang yang berstatus mahasiswi berusaha manyambung hidup untuk makan dan biaya kuliah.
Diceritakan Marni, dirinya berdagang berjualan telur goreng sejak semester 1 sampai dengan saat ini semester 5 di Kampus Universitas Pohuwato (Unipo)
"Sejak semester satu saya berjualan, saya pikir ini penting karena saya berasal di keluarga yang apa adanya," Ujarnya.
Bahkan lanjut Marni, dirinya harus membantu ayahnya bertani jagung terlebih dahulu untuk mendapatkan modal usahanya.
"Saya bantu ayah saya menanam dan panen jagung, dari hasil itu ayah memberikan modal usaha buat saya," imbuhnya.
Dirinya langsung membeli kebutuhan berjualan telur goreng untuk di jual di wisata Pantai Pohon Cinta.
"Setelah dapat modal saya langsung membeli kebutuhan seperti gerobak dan tempat gorengan," ucapnya.
Untuk penghasilan Marni merasa cukup dari apa yang dia dapatkan sehari-hari ketika berjualan
"Sehari saya bisa dapat Rp 70.000 sampai Rp 130.000, dan itu cukup bagi saya untuk beli kebutuhan makan dan biaya kuliah," pungkasnya.
Tetapi tutur dia, dirinya bersyukur diumur yang masih muda sudah bisa mendapatkan penghasilan sendiri.
"Walaupun kerja keras dan Perempuan saya bersyukur berbeda dengan wanita lain, karena walaupun sedikit saya bisa merasakan hasil suar lelah saya," tutupnya.
Cerita Suparjo Penjual Es Dawet di Pohuwato