Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-658: Pasukan Putin Alami Kemajuan Pesat di Zaporizhzhia
Kondisi terkini perang hari ke-658, Rabu (13/12/2023): Pasukan Rusia diklaim telah mengalami kemajuan pesat di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-20-Oktober-2022.jpg)
- Zelensky melakukan perjalanan ke Washington, AS untuk meminta dana guna mendukung Ukraina dalam perangnya dengan Rusia.
Namun, Zelensky mendapat sambutan skeptis dari anggota parlemen penting dari Partai Republik.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Mike Johnson tidak setuju untuk mendukung permintaan Biden untuk memberi Ukraina 61,4 miliar dolar, dan para penentangnya bersikeras agar Gedung Putih memberikan konsesi mengenai keamanan perbatasan sebagai syarat untuk mencapai kesepakatan.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-652: Partai Republik AS Tolak RUU yang Bantu Keuangan Ukraina
- Biden mengumumkan paket bantuan militer tambahan senilai 200 juta dolar dan, di tengah kekhawatiran bahwa perang telah mencapai jalan buntu, Biden bersikeras bahwa Ukraina telah membuat kemajuan yang signifikan.
“Saya tidak akan meninggalkan Ukraina, begitu pula rakyat Amerika,” kata Biden.
- Sementara itu, Rusia mengaku bahwa pihaknya mengamati perkembangan tersebut dengan cermat.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa “puluhan miliar dolar” yang telah disediakan oleh AS telah gagal membalikkan keadaan perang.
Peskov juga menyebut bahwa lebih banyak uang hanya akan memberikan sedikit perbedaan.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-651: Terancam Tak Dibantu AS Lagi, Zelensky Batalkan Pidato
- Polandia akan menuntut mobilisasi penuh dunia bebas untuk membantu Ukraina, kata sang Perdana Menteri yang baru diangkat, Donald Tusk .
“Kami akan menuntut mobilisasi penuh dari barat untuk membantu Ukraina. Saya tidak bisa lagi mendengarkan politisi yang berbicara tentang kelelahan mereka dengan situasi di Ukraina.” ujar Tusk.
- Masyarakat Eropa pada umumnya terbuka terhadap gagasan bergabungnya Ukraina ke dalam Uni Eropa, terlepas dari biaya dan risiko yang harus ditanggung.
Tetapi, mereka tidak terlalu peduli dengan prospek perluasan blok tersebut yang juga mencakup Georgia dan negara-negara di Balkan barat, menurut sebuah survei.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)