Pilpres 2024
Nilai Prabowo Kesulitan saat Ditanya soal Penculikan, Sekjen PDIP: Rakyat Tahu Bagaimana Beliau
Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dinilai kesulitas saat ditanya mengenai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prabowo-saat-disambut-ratusan-pendukung-di-Tasikmalaya-Jawa-Barat.jpg)
Kemudian, menemukan 13 korban penghilangan paksa, memberikan kompensasi dan pemulihan, dan meratifikasi konvensi anti penghilangan paksa sebagai upaya pencegahan.
"Kalau Bapak (Prabowo) di situ apakah akan membuat pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR?" kata Ganjar dalam debat perdana capres di KPU RI.
"Pertanyaan kedua, di luar sana menunggu banyak ibu-ibu. Apakah bapak bisa membantu di mana kuburnya yang hilang agar mereka bisa berziarah?" tanya Ganjar.
Pertanyaan tersebut pun langsung dijawab Prabowo. Dia mengatakan, dirinya sudah berkali-kali memberikan jawaban.
"Apa lagi yang mau ditanya kepada saya? Saya sudah jawab berkali-kali tiap 5 tahun kalau polling saya naik ditanya lagi soal itu," ucap Prabowo.
Prabowo lalu meminta agar kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tidak dipolitisasi.
"Jadi masalah HAM jangan dipolitisasi, Mas Ganjar," ungkapnya.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sekjen PDIP: Prabowo Kesulitan ketika Ditanya terkait Penculikan