Penambang Tewas
Cerita Keluarga Nazir Husain Korban Tewas di Tambang Pohuwato Gorontalo, Ternyata 4 Orang Tertimbun
Cerita keluarga Nazir Husain (62), korban meninggal dunia di pertambangan tanpa izin (Peti) Blok Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwat
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-rumah-duka-Nazir-Husain-62-di-tambang-8888.jpg)
"Ayah saya banyak beristighfar ketika tertimbun dan sempat mengatakan dirinya akan segera meninggal," pungkasnya.
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa, ketika ayah saya berucap seperti itu, yang saya lakukan menguatkan ayah untuk bisa kuat sampai di Rumah Sakit," katanya.
Dia mengatakan saat menambang mereka sudah tidak memperhatikan cuaca esktrem.
"Uang sudah di depan mata, itu kipasan terakhi. Kita tinggal mengumpul material emas, jadi kita merasa rugi selama beberapa hari di tambang terus hilang bgitu saja," tutupnya.
Sebelumnya, Nazir Husain (62) seorang penambang meninggal di pertambangan tanpa izin (Peti) Botudulangga, Desa Hulawa, Kecamatan, Buntulia Kabupaten Pohuwato, Gorontalo pada Kamis (07/12/2023) pukul 18:45 Wita
Nazir sehari-hari bekerja sebagai petani di Desa Hulawa.
Dirinya berganti pekerjaan menjadi penambang karena susahnya menanam di kebun miliknya.
Nazir naik ke lokasi tambang pada Sabtu pagi Nazir meninggal di lokasi kejadian setelah tertimbun tanah
Hujan deras yang menghuyur Kabupaten Pohuwato sejak sore hari menyebabkan tanah longsor dan menimbun korban