Penambang Tewas
Cerita Keluarga Nazir Husain Korban Tewas di Tambang Pohuwato Gorontalo, Ternyata 4 Orang Tertimbun
Cerita keluarga Nazir Husain (62), korban meninggal dunia di pertambangan tanpa izin (Peti) Blok Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwat
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-rumah-duka-Nazir-Husain-62-di-tambang-8888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO - Cerita keluarga Nazir Husain (62), korban meninggal dunia di pertambangan tanpa izin (Peti) Blok Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo
Saat kejadian Nazir Husain bersama 6 rekannya sedang menambang. Mereka ternyata masih satu keluarga.
Selain Nazir, ternyata ada 3 penambang juga yang tertimbun tanah longsor di lokasi tambang ilegal tersebut,
Ada anak korban, Mahmud Husain (29), keponakan korban Andi Hilamuhu (29) dan Yusuf Umuri (43) sepupu korban.
Sarton Saleh (41) keponakan korban mengatakan 7 penambang tersebut sepakat akan bagi hasil tambang untuk kebutuhan keluarga dan bayar angsuran motor.
Hanya saja, tepat Kamis sorehujan turun tak henti-hentinya di Pohuwato. Akibatnya terjadi longsor dan menimbun 4 dari 7 penambang tersebut
Menurut Sarton, korban yang tertimbun sebenarnya 4 orang, hanya saja yang selamat 3 orang dan 1 pamannya tewas di tempat.
"Ada 4 orang yang tertimbun, 3 orang selamat 1 orang tewas di lokasi yaitu paman saya," Ujarnya.
Tiga penambang yang tidak tertimbun longsor yang telah berusaha menyelamatkan keempat korban tersebut.
"3 orang yang tertimbun sebenarnya berusaha menyelematkan mereka, hanya saja karena ujang deras dan becek yang membuat kami butuh waktu untuk manyelamatkan semuanya," pupusnya.
Sarton mengungkapkan tiga orang yang selamat mengalami luka di dada, patah tangan dan lecet di bagian muka dan bahu.
"Paman saya tidak selamat, tapi 3 penambang tidak lain adalah keluarga saya harus mengalami patah tangan, luka d ibagian dada dan memar lecet di bagian muka," ucapnya.
Mahmud Husain (29) anak korban mengungkapkan saat itu kejadian semua orang panik, apalagi melihat dia dan ayahnya sudah tertimbun tanah.
"Saya panik dan merasa sedih, saya selamat tetapi ayah saya tidak bisa diselamatkan tepat di depan mata saya," pungkasnya.
Katanya, ketika sudah tertimbun tanah longsor, ayah sempat mengatakan kepadanya bahwa ayahnya akan segera meninggal.
"Ayah saya banyak beristighfar ketika tertimbun dan sempat mengatakan dirinya akan segera meninggal," pungkasnya.
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa, ketika ayah saya berucap seperti itu, yang saya lakukan menguatkan ayah untuk bisa kuat sampai di Rumah Sakit," katanya.
Dia mengatakan saat menambang mereka sudah tidak memperhatikan cuaca esktrem.
"Uang sudah di depan mata, itu kipasan terakhi. Kita tinggal mengumpul material emas, jadi kita merasa rugi selama beberapa hari di tambang terus hilang bgitu saja," tutupnya.
Sebelumnya, Nazir Husain (62) seorang penambang meninggal di pertambangan tanpa izin (Peti) Botudulangga, Desa Hulawa, Kecamatan, Buntulia Kabupaten Pohuwato, Gorontalo pada Kamis (07/12/2023) pukul 18:45 Wita
Nazir sehari-hari bekerja sebagai petani di Desa Hulawa.
Dirinya berganti pekerjaan menjadi penambang karena susahnya menanam di kebun miliknya.
Nazir naik ke lokasi tambang pada Sabtu pagi Nazir meninggal di lokasi kejadian setelah tertimbun tanah
Hujan deras yang menghuyur Kabupaten Pohuwato sejak sore hari menyebabkan tanah longsor dan menimbun korban