Viral Lokal
Alasan Petugas Puskesmas Telaga Gorontalo tak Sempat Layani Pasien di Tengah Malam
Istri Arif diketahui tiga hari sebelumnya selesai persalinan cesar. Namun kondisi wanita bernama Nur Hayati itu tak kunjung membaik.
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Puskesmas-Telaga-Gorontalo.jpg)
Menurutnya, sesuai jadwal piket jaga, ada 4 tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga. Terdiri dari bidan 2 orang dan perawat 2 orang.
“Tidak benar petugas tidak ada karena di kita itu ada jadwal piket pada malam itu ada 4 petugas,” katanya, Sabtu (02/12/2023).
Hanya saja, ketika korban datang, 4 petugas ini dalam kondisi sibuk.
Meliana menyebutnya “di waktu yang tidak tepat”. Saat korban datang bersama suaminya, petugas yang mestinya berjaga di UGD, sedang mengambil tabung oksigen di ruang belakang puskesmas.
Jaraknya menurut Meliana cukup jauh dari UGD, sehingga bisa saja saat suami korban berteriak, suaranya tidak terdengar.
“Kalaupun informasinya yang bersangkutan berteriak, mungkin kalau dia berteriak di depan, tidak akan sampai ke belakang suaranya, apalagi depan jalan raya,” ungkapnya.
Baca juga: Pelajar 17 Tahun Dihamili Ayah Kandung, Korban Curhat ke Guru BK
Komentar warganet usai unggahan viral
Netizen Gorontalo ramai-ramai menyerang pelayanan Puskesmas Telaga dengan label buruk. Bahkan, penjelasan Kepala Puskes (Kapus) Meliyana Panther, ditolak netizen.
"Hanya habis diklarifikasi ini, tetap pihak Puskes akan membela diri. Cek CCTV harus dikawal betul ini, jadi PR besar untuk pihak terkait. Bupati dan Kadis Kesehatan bisa dilihat kinerjanya bagaimana. Yang mengeluh juga bukan cuman satu dua orang, tapi banyak," tulis Andika Putra dalam kolom komentar Live Facebook TribunGorontalo.com, Sabtu (02/12/2023).
Begitupun komentar yang ditulis akun @EviPou Make up, ia meminta agar pihak Puskesmas untuk memperlihatkan CCTV, agar jelas siapa yang salah dan benar.
"Cek CCTV saja, supaya ditahu siapa yang betul," komen @EviPou Make up.
Ada pula yang mengomentari, bahwa Puskesmas Telaga hanya bersikap membela diri saat diwawancarai oleh wartawan.
"Biar salah tetap mereka akan berusaha membela diri, olehnya kita harus melihat CCTV. Dan ternyata sudah banyak juga yang korban sebelum kejadian ini, makanya kalau terbukti petugas lalai harus mendapatkan sanksi yang berlaku," tulis @yakub mustafa.
"Banyak carita (banyak cerita)," komentar @Dea Dea Dea.
Bahkan ada juga yang mengomentari, agar pihak Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo untuk turun tangan dalam membahas permasalahan yang terjadi di Puskesmas Gorontalo ini.
"Periksa CCTV, periksa semua yang bertugas saat itu. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo harus turun tangan langsung, biar tidak habis di klarifikasi," sambung akun @Rahmat Ana.