Viral Lokal
Alasan Petugas Puskesmas Telaga Gorontalo tak Sempat Layani Pasien di Tengah Malam
Istri Arif diketahui tiga hari sebelumnya selesai persalinan cesar. Namun kondisi wanita bernama Nur Hayati itu tak kunjung membaik.
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Puskesmas-Telaga-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Puskesmas Telaga di Kabupaten Gorontalo tersandung masalah pelayanan publik.
Kejadian berawal ketika warga Gorontalo curhat di media sosial facebook. Dalam cuitannya itu, Arif meluapkan emosinya karena kecewa istrinya, Nur Hayati, tak tertolong ketika hendak berobat ke Puskesmas Telaga.
Nur diketahui tiga hari sebelumnya telah selesai persalinan cesar. Namun kondisi istri Arif itu tak kunjung membaik.
Puncaknya, sekira pukul 01.30 Wita, Arif melarikan sang istri ke Puskesmas Telaga. Karena sepengetahuan dirinya, puskesmas tersebut buka 1x24 jam.
Alangkah kecewa Arif ketika sampai di puskesmas ia tak menemukan satu pun petugas nakes di sana.
Melihat sendal di depan pintu, Arif mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari orang di dalam ruangan.
Dalam kondisi istrinya mengerang kesakitan itu, Arif memutuskan untuk membawa istrinya ke RS Islam.
"Saya berusaha sendiri mengangkat istri saya ke atas bentor, tapi tidak bisa karena saat itu saya sendiri," kata Arif menggunakan aksen Gorontalo.
Beruntung ada seorang tukang bentor dan seorang laki-laki yang dalam kondisi mabuk, membantunya.
Putus asa, Arif pun melarikan istrinya ke RS Islam di Kota Gorontalo.
Tiba di RS Islam, jantung istrinya ketika dicek sudah melemah, hingga kemudian meninggal dunia.
"Kita pe istri dorang dokter deng perawat ada periksa dokter bilang kita pe istri so meninggal dunia (Istri saya ketika diperiksa dinyatakan meninggal)," tulis Arif pada postingannya.
Secara jelas, Arif membagikan curhatannya itu dengan mengunggah pula foto depan puskesmas tersebut. Saat dikutip TribunGorontalo.com, postingannya sudah dikomentari 4 ribu pengguna fb, dan dibagikan 6.9 ribu kali.
"Mohon kpda dinas kesehatan kab.gorontalo & DPRD KABUPATEN GORONTALO untuk di tindak lanjuti kasus ini jgn sampai ada korban lagi seperti istri saya," tutup Arif dalam postingannya.
Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Kepala Puskesmas Telaga, dr. Meliana Panter menggambarkan kondisi puskesmas di malam itu.
Menurutnya, sesuai jadwal piket jaga, ada 4 tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga. Terdiri dari bidan 2 orang dan perawat 2 orang.
“Tidak benar petugas tidak ada karena di kita itu ada jadwal piket pada malam itu ada 4 petugas,” katanya, Sabtu (02/12/2023).
Hanya saja, ketika korban datang, 4 petugas ini dalam kondisi sibuk.
Meliana menyebutnya “di waktu yang tidak tepat”. Saat korban datang bersama suaminya, petugas yang mestinya berjaga di UGD, sedang mengambil tabung oksigen di ruang belakang puskesmas.
Jaraknya menurut Meliana cukup jauh dari UGD, sehingga bisa saja saat suami korban berteriak, suaranya tidak terdengar.
“Kalaupun informasinya yang bersangkutan berteriak, mungkin kalau dia berteriak di depan, tidak akan sampai ke belakang suaranya, apalagi depan jalan raya,” ungkapnya.
Baca juga: Pelajar 17 Tahun Dihamili Ayah Kandung, Korban Curhat ke Guru BK
Komentar warganet usai unggahan viral
Netizen Gorontalo ramai-ramai menyerang pelayanan Puskesmas Telaga dengan label buruk. Bahkan, penjelasan Kepala Puskes (Kapus) Meliyana Panther, ditolak netizen.
"Hanya habis diklarifikasi ini, tetap pihak Puskes akan membela diri. Cek CCTV harus dikawal betul ini, jadi PR besar untuk pihak terkait. Bupati dan Kadis Kesehatan bisa dilihat kinerjanya bagaimana. Yang mengeluh juga bukan cuman satu dua orang, tapi banyak," tulis Andika Putra dalam kolom komentar Live Facebook TribunGorontalo.com, Sabtu (02/12/2023).
Begitupun komentar yang ditulis akun @EviPou Make up, ia meminta agar pihak Puskesmas untuk memperlihatkan CCTV, agar jelas siapa yang salah dan benar.
"Cek CCTV saja, supaya ditahu siapa yang betul," komen @EviPou Make up.
Ada pula yang mengomentari, bahwa Puskesmas Telaga hanya bersikap membela diri saat diwawancarai oleh wartawan.
"Biar salah tetap mereka akan berusaha membela diri, olehnya kita harus melihat CCTV. Dan ternyata sudah banyak juga yang korban sebelum kejadian ini, makanya kalau terbukti petugas lalai harus mendapatkan sanksi yang berlaku," tulis @yakub mustafa.
"Banyak carita (banyak cerita)," komentar @Dea Dea Dea.
Bahkan ada juga yang mengomentari, agar pihak Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo untuk turun tangan dalam membahas permasalahan yang terjadi di Puskesmas Gorontalo ini.
"Periksa CCTV, periksa semua yang bertugas saat itu. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo harus turun tangan langsung, biar tidak habis di klarifikasi," sambung akun @Rahmat Ana.