Berita Pohuwato
Marak Konflik Guru dan Orangtua Siswa di Pohuwato, Dinas Pendidikan Bantuk Satgas
Dinas Pendidikan Pohuwato Gorontalo membentuk satuan tugas untuk menanggapi maraknya konflik antara guru dan orangtua.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasubag-Dinas-Pendidikan-Kabupaten-Pohuwato-Iwan-Kaparangi-9990.jpg)
Pelaku kini mendekam di sel tahanan Polsek Paguat, Kecamatan Paguat, Pohuwato, Gorontalo.
Kapolsek Paguat, IPTU Barthel Tamboto, menyampaikan saat ini kasus sudah masuk ke tahapan penyerahan berkas perkara ke kejaksaan.
"Sejak Senin kemarin dulu, kasus ini sudah ke tahap 1 dan telah dilimpahkan ke kejaksaan, saat ini si korban sudah di berikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) oleh kami," jelasnya.
Belakangan Nidya Mbuinga, guru sekaligu korban mengaku terharu melihat video pelaku dan anaknya.
Dia sebetulnya tak tega melihat anak perempuan yang tak lain siswi di sekolah itu harus terkena imbas perilaku ibunya.
"Saya sudah lihat videonya dan saya bersyukur telah viral supaya banyak orang yang akan membantunya," ungkap Nidya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (22/11/2023).
Guru kelas itu hanya ingin memberikan pelajaran kepada orang tua murid supaya tidak ada lagi tindak semena-mena.
Pasalnya, pelaku kerap datang ke sekolah dan menantang guru-guru untuk berduel dengannya.
"Saya telah memaafkannya, tetapi maksud saya harus ada efek jera," jelasnya.
Wanita akrab disapa Rena itu berniat mencabut laporannya di kepolisian. Tetapi Rena masih trauma.
Guru Gunting Baju Siswa di SMP Duhiadaa Gorontalo Berakhir Damai
Selain itu, adapula kasus pertikaian antara guru dan siswa di SMP Negeri 3 Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang terjadi pada Rabu (8/11/2023) lalu, akhirnya berakhir damai.
Penyebabnya sepele, karena tindakan seorang guru matematika, inisial NI, yang menggunting baju (seragam) sekolah milik AP dan RK.
Merasa tak terima, AP dan RK mengadukan masalah ini langsung kepada orang tua mereka, sehingga membuat orang tua mereka datang menemui NI dan langsung mempertanyakan kejadian yang menimpa anaknya.
Husain Maruf, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Duhiadaa, membenarkan kasus yang terjadi di lingkungan sekolahnya.