Pilpres 2024
Terus Kritik, Anies-Muhaimin Satu-satunya Paslon yang Tolak IKN, Nilai Timbulkan Ketimpangan Baru
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar beserta koalisi menjadi satu-satunya paslon yang menolak soal berpindahnya ibu kota ke Ibu Kota Negara (IKN).
Dikutip dari Kontan, jika Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar jadi Presiden di tahun 2024, maka ibu kota tak akan jadi dipindah ke IKN.
"Kita berharap bahwa kalau Allah takdirkan PKS menang maka kita akan menginisiasi bahwa ibu kota negara tetap di Jakarta," kata Syaikhu, Minggu (26/11/2023).
Namun, pembangunan di IKN akan tetap dilanjutkan namun diubah fungsinya.
"Ibu kota nusantara itu akan tetap kita jadikan pusat pertumbuhan ekonomi. Tentu kita dengan konsep green economy karena memang di sana adalah paru-paru Indonesia dan diakui sebagai paru-paru dunia," kata Syaiku.
Diketahui, pada rapat di tingkat panitia kerja (Panja) RUU IKN pada awal 2022 lalu, PKS tegas menolak RUU tersebut.
Dikutip dari situs PKS, partai dominan oranye itu mengatakan pembagunan IKN saat itu sangat tidak mumpuni lantaran bebarengan dengan pembasmian Covid-19.
Selain itu, masih banyak angka kemiskinan di Indonesia yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Mereka menyebut keberadaan Ibu Kota Negara bagi Indonesia tidak lepas dari sejarah perjalanan bangsa.
Oleh karena itu, PKS khawatir memindahkan IKN dari Daerah khusus Ibukota Jakarta yang memiliki sejarah perjuangan ke daerah lain menyebabkan terputusnya ikatan kolektif bangsa dari rantai sejarah perjuangan bangsa Indonesia. (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Koalisi Adil dan Makmur Gencar Kritik soal IKN: Sebut Ketimpangan hingga Batal Pindah Ibu Kota
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Anies-Baswedan-dan-Muhaimin-Iskandar-8898999.jpg)