Korban Tambang Emas Pohuwato
Semangat Beli Motor Baru, Pria Bisu Tertimbun Longsor Tambang Emas Pohuwato Gorontalo
Kepergiannya menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga kecilnya, terutama kakaknya, Yasmin Pakaya (59).
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Keluarga-Alm-Yamin-PakayaSenin-20-November-2023.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa -- Dua hari berlalu sejak kepergian Yamin Pakaya (55), korban longsor tambang emas ilegal di Blok Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo pada Senin (20/11/2023).
Kepergiannya menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga kecilnya, terutama kakaknya, Yasmin Pakaya (59).
Yasmin mengungkapkan, alasan adiknya pergi menambang karena ingin mengganti sepeda motor bututnya.
"Dia ingin mengganti motornya dia, sehingga nekat untuk pergi menambang," tandasnya
Bahkan lanjut Yasmin karena keseriusannya, dirinya rela membuka tabungannya yang sudah berusia 3 tahun.
"Dia membuka celengannya yang telah dia tabung dan langsung membeli peralatan tambang, 2 buah linggis, 1 buah martel dan sepasang sepatu dan tas," ujarnya kepada tribungorontalo pagi tadi (22/11/2023)
Setelah membeli, sambil tersenyum, Yamin selalu memamerkan tasnya dan peralatannya kepada kakaknya dan keluargaanya bahwa dia siap untuk pergi menambang.
"Dia tersenyum dan mengangkat sepatu dan tasnya kepada kami dan menggunakan bahasa isyarat kalau dia senang akan pergi menambang dan ketika dapat emas akan segera mengganti motornya," tegasnya.
Sementara itu diceritakan pula, Yamin pergi menambang bersama 7 keponakannya untuk kali pertama, karena sebelumnya dirinya berprofesi sebagai pemangku adat acara-acara keagamaan di Kabupaten Pohuwato.
"Baru pertama kali menambang adik saya itu, tetapi nahas di tambang yang pertama kali di injaknya itu di situlah akhir dari hidupnya," isaknya dengan penuh tangis.
Sebelumnya dijelaskan juga oleh Yasmin, setelah sampai di lokasi tambang olowatu, 7 keponakannya sempat melarang Yamin untuk turun duluan, karena saat itu selepas hujan dan tanah dalam kondisi basah.
"Sempat 7 keponakannnya mengajaknya untuk makan dulu, tetapi dia urung melakukannya, malah dia memberkan isyarat untuk turun duluan karena semangatnya untuk mengganti motor bututnya," ucapnya.
Yamin hanya berpesan kalau terjadi apa-apa kepada dirinya kepalanya langsung ditarik dari lubang.
"Karena adik saya itu tidak bisa mendengar dan berbicara dirinya hanya berpesan untuk menarik kepalanya kalau terjadi apa-apa ketika dia sudah masuk lubang, tetapi tak lama kemudian tanah longsor dan menimpa adik saya dan 7 keponakannya tidak sempat menolongnya," tuturnya.
Terakhir, Yasmin hanya berpesan untuk mendoakan adiknya agar diterima amal kebaikannya dan bisa di tempatkan di tempat terbaik di akhirat nantinya.