Senin, 16 Maret 2026

Kabupaten Bone Bolango

Puluhan Siswa di Gorontalo Mengenal Burung Maleo, Ada Kuis hingga Nonton Film Dokumenter

Para penyuluh WCS memberikan pemahaman mengenai satwa endemik Sulawesi, bertepatan Hari Maleo Sedunia pada Selasa (21/11/2023).

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Puluhan Siswa di Gorontalo Mengenal Burung Maleo, Ada Kuis hingga Nonton Film Dokumenter
TribunGorontalo.com/Ist
Siswa SDN 2 Suwawa Timur belajar mengenal burung maleo pada Hari Maleo Sedunia, Selasa (21/11/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Balai Taman Nasional Bogani Nani wartabone, Wildlife Conservation Society (WCS) Program Indonesia dan Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) mengajak puluhan siswa mengenal lebih dekat satwa liar, burung maleo.

Para penyuluh WCS memberikan pemahaman mengenai satwa endemik Sulawesi, bertepatan Hari Maleo Sedunia pada Selasa (21/11/2023).

Para siswa SDN 2 Suwawa Timur itu diketahui merupakan warga Desa Tulabolo dan Tulabolo Barat.

Desa ini menjadi desa penyangga kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Sekitar 50 siswa asyik belajar sambil bermain di luar ruangan. Mereka dipersilakan menggambar burung bernama latin Macrocephalon Maleo tersebut.

"Kami memulai dengan membuat tes awal ke siswa untuk mengetahui pemahaman satwa liar di hutan, hewan ternak dan hewan peliharaan," ucap Arif Rahman, anggota WCS IP.

Dalam tes itu, para siswa harus mengidentifikasi apakah maleo merupakan satwa liar atau hewan peliharaan.

Siswa-siswi itu diberi kebebasan berekspresi termasuk berbahasa lokal.

Rata-rata siswa menggunakan bahasa Suwawa ketika mengerjakan tugasnya.

Ada yang langsung mengenali burung maleo tapi menulisnya dalam istilah lokal.

Namun beberapa lainnya mengaku sama sekali tak mengenali nama burung maleo.

Baca juga: Ternyata Mitos! Benteng Otanaha Terbuat dari Kapur Bukan Putih Telur Burung Maleo

Usai mengikuti rangkaian tes awal berupa identifikasi hewa, kini siswa diajak dalam sesi tanya jawab atau kuis.

Penyuluh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Diah Ayu Lestari, menjelaskan fungsi hutan melalui gambar atau foto.

Cara ini dinilai efektif karena mudah dipahami dan diingat oleh para pelajar.

Selain itu, para siswa dikenalkan kehidupan alam liar dalam film dokumenter pendek.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved