Polisi Pukul Warga di Pohuwato
Warga Desa Hulawa Gorontalo Dikeroyok Polisi hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Talib Bakari (58), warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo babak belur dikeroyok oknum polisi.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Talib Bakari (58), warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dikeroyok oknum polisi.
Insiden berawal ketika Iwan Bakari (32), putra dari Talib Bakari mengadu dirinya dipukul polisi di sebuah warung, Kamis (16/11/2023).
Iwan Bakari kala itu bersama dua adik iparnya, Utun dan Iswan, mengantar solar ke lokasi pertambangan.
Mobil mereka kemudian berhenti di sebuah kios untuk membeli sebungkus rokok.
Utun yang turun dari mobil tiba-tiba dihadang pria berseragam polisi. Mereka lantas menanyakan kepada Atun, Siapa bosmu?"
Utun seketika menunjuk Iwan Bakari yang saat itu menunggu di dalam mobil.
Mendengar keributan, Iwan turun dari mobilnya. Ia lalu mendekati polisi dan mengaku dia adalah bosnya.
Iwan pun berbicara secara terbata-bata, membuat polisi curiga. Iwan sontak ditendang di bagian perut dan pukulan di bagian pelipis kanan.
Tak terima perlakuan polisi, Iwan dan dua iparnya tancap gas dan melaporkan kejadian itu kepada ayahnya, Talib.
Talib Bakari pun mengajak Iwan Bakari, Utun, dan Iswan ke lokasi kejadiaan.
Melihat polisi itu sudah tidak ada, mereka berempat memutuskan pergi mengantar solar pesanan orang lain.
Setelah itu mereka membeli rokok dan air minum di kios yang sama.
Baca juga: Pengusaha Kos-kosan di Kabupaten Gorontalo Bebas Pajak Mulai 5 Januari 2024
Tak lama berselang, datang lima anggota polisis. Talib Bakari pun menyapa dan menawarkan kursi kepada para lelaki berseragam itu.
Belum selesai berbincang, Talib dipukul polisi di bagian wajah dan kepala. Pria paruh baya itu pun jatuh tersungkur.
Dalam keadaan terbaring, Talib dikeroyok oleh lima polisi di tempat tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Talib-kiri-saat-dirawat-di-rumah-sakit-usai-dikeroyok-polisi.jpg)