Lingkungan
Hemat Kertas, Dosen Gorontalo Ini Bimbing Skripsi Mahasiswa via Google Docs, yang Lain Kapan?
Boby Payu mengaku prihatin dengan mahasiswa yang mengeluhkan biaya cetak untuk setiap bimbingan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Seorang mahasiswa semester akhir, Ahmad Luku kepada TribunGorontalo.com menanggapi cara yang dipraktikkan Boby ini.
"Kayaknya dosen-dosen di UNG harus tahu ini!" katanya.
Menurut Ahmad, sudah saatnya dosen-dosen bergeser pola bimbingannya dan mulai menerapkan cara-cara digitalisasi.
Sebab, selain bimbingan pakai kertas itu merepotkan, juga 'memiskinkan' mahasiswa.
"Coba hitung, berapa kertas HVS satu rim? Mahal! itu baru kertas, belum tinta, belum listrik yang dipakai untuk print?" kata Ahmad.
Menurutnya, revisi skripsi mahasiswa via google docs bisa dilakukan tatap muka.
Tapi dosen melakukan pencermatan naskah, mengisi komentar langsung di komentar google docs.
"Kalo komen langsung di situ, kan enak. Mahasiswa tidak perlu bingung atau lupa catatan dosen yang tadi. Kalau di kertas, main coret, pasti notes-nya itu mahasiswa lupa," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-11-16_at_15_53_37_Ilustrasi-Google-Docs.jpg)