Human Interest Story
Andai Didukung Pemerintah, Husin Pakaya Ingin Desain Sepatu Lokal Gorontalo
Di tengah keramaian Jalan HB Jassin Kota Gorontalo tampak lapak sol sepatu yang masih terbuka.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Husin-Pakaya-tukang-sol-sepatu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Di tengah keramaian Jalan HB Jassin Kota Gorontalo tampak lapak sol sepatu yang masih terbuka.
Lapak sol sepatu bernama 3 Putri ini milik Husin Pakaya (38). Sesuai nama lapaknya, Husin memiliki tiga putri kesayangan.
“Saya beri nama begitu, karena saya punya tiga orang anak, perempuan semua. Saya bekerja untuk mereka dan juga istri saya,” kata Husin kepada TribunGorontalo.com, Senin (30/10/2023).
Husin pertama kali membuka usaha sol sepatu pada 2001 silam. Kala itu, ia terinspirasi dari kawannya yang juga punya lapak sol sepatu.
“Saya awalnya belajar dari teman. Setiap habis dari Pasar, saya datang ke lapaknya, melihat dia bekerja. Setelah belajar, saya tertarik untuk buka lapak sendiri,” ungkapnya.
Husin saat itu merantau di Sulawesi Tengah. Awalnya ia bekerja sebagai buruh bagasi. Setelah ia mahir memperbaiki sepatu rusak, ia beralih ke usaha sol sepatu.
Husin kemudian mencoba mengemudi becak motor (bentor) mulai tahun 2009.
“Tahun 2009 saya coba ubah profesi, jadi abang bentor” ucap Husin.
Tidak hanya itu, rupanya Husin memang senang mengeksplor banyak hal. Setelah mencoba menjadi pengemudi bentor, ia mencoba berjualan sayur dan ikan keliling.
“Dari abang bentor lalu saya mencoba dagang sayuran keliling selama satu tahun, lalu pindah lagi dagang ikan 2 tahunan,” katanya.
Setelah itu, Husin kembali lagi menjadi pengemudi bentor. Lalu ia beralih ke usaha yang pernah dirintisnya saat masih di Sulawesi Tengah, yakni sol sepatu.
Baca juga: Cerita Nurhayati Pemulung Gorontalo yang Berhenti Jadi Pedagang Gara-gara Kecelakaan
Husin menambahkan, bahwa alasannya kerap gonta-ganti pekerjaan bukan sekadar ingin mencoba, melainkan menyesuaikan pendapatan.
Ongkos jasa perbaikan sepatu di lapak 3 Putri ini menyesuaikan dengan kasus kerusakan. Tapak sepatu terbuka dihargai mulai dari Rp 20 ribu.
Husin mengatakan bahwa tidak ada tantangan signifikan dalam proses pengerjaan usaha sol sepatunya ini. Ia hanya perlu mengumpulkan bahan yang diperlukan.
“Untuk tantangannya tidak begitu sulit. Kalau yang sudah mahir, satu jam bisa menyelesaikan empat pasang sepatu. Tapi yang agak susah itu mengumpulkan bahan berkualitas, belum semua ada di Gorontalo,” kata Husin.