Human Interest Story
Cerita Nasir Minarabi, Warga Gorontalo yang Harus Hidup Tanpa Kaki Kiri
Nasir Minarabi, warga Gorontalo Provinsi Gorontalo menceritakan dirinya harus rela kehilangan kaki kirinya.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nur-Fitriyani-Minarabi-bersama-ayahnya-6666.jpg)
Ayahnya pun merasa syok karena harus kehilangan kaki satunya. Fitri mengaku jika ayahnya setelah diamputasi merasa terpuruk.
Sang ayahnya merupakan tulang punggung keluarga, maka setelah kejadian tersebut, ayahnya sempat beberapa kali masuk kerja dengan menggunakan tongkat. Namun karena sulit untuknya bekerja, maka ayahnya mengundurkan diri.
"Saya juga kan anak satu-satunya dan sudah berkeluarga tapi masih tinggal sama-sama. Sekarang orangtua saya hanya di rumah saja," ujar Fitri.
Fitri yang telah bekerja menjadi pegawai kontrak di salah satu universitas pun lantas menjadi tulang punggung keluarganya saat ini.
"Mau tidak mau saya sebagai anak satu-satunya dari mereka, tinggal juga bersama mereka, yah sedikit-sedikit saya bisa membantu kehidupan keluarga saya," jelas Fitri.
Nasir, ayah Fitri pun menjadi sorotan dari beberapa yayasan, namun kata Fitri hanya sebatas mengukur saja tapi sampai sekarang tidak ada. "Cuma PLN ini yang nyata diberi," lanjutnya.
Fitri berharap dengan adanya bantuan kaki palsu tersebut, ayahnya dapat beraktivitas normal kembali dan mentalnya juga kembali sehat.
"Semoga dengan adanya kaki palsu ini orangtua saya bisa beraktifitas normal lagi terutama emosi dari orangtua saya yang beberapa tahun ini kayak terpuruk," tutupnya.(*)