Human Interest Story
Penuhi Kebutuhan Keluarga, Fani Mahmud sang Guru Honorer Gorontalo Jualan Nasi Bulu
Fani Mahmud (28), seorang Guru Honorer Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Talaga, Kabupaten Gorontalo
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fani-Mahmud-bersama-suaminya-berjualan-di-perlimaan-telaga.jpg)
Di masa-masa akhir semester perkuliahan, Fani bekerja menjadi pelayan di satu restoran yang berlokasi di Kota Gorontalo, yang bernama Domestik.
Selama bekerja di Restoran tersebut Fani mengaku telah banyak mempelajari ragam perangai manusia. Bagi Fani, pengalaman ini membentuknya untuk menjadi pribadi yang gigih dan santun pada siapa pun.
Fani mengatakan bahwa ia sangat menghormati amannya. Segala aturan yang ada di rumah pamannya, ia patuhi. Tidak lain,kata Fani, aturan itu dibuat oleh pamannya demi menjaga keponakannya yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
Baca juga: Cerita Yusran, Penjual Es Tong tong Keliling di Gorontalo, Setiap Hari Tempuh 13 Km
Tidak lama setelah lulus kuliah, Fani bertemu dengan Suaminya yang rupanya merupakan temannya saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Saya bersyukur bisa dipertemukan kembali dengan Beliau. Lucunya, kami bertemu di Grup Alumni SD, dari situ kami mulai ta’aruf (proses mengenal lebih dekat, secara Islam),” ucap Fani.
Fani mengungkapkan bahwa, dulu saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Suaminya adalah siswa berprestasi. namun, Nurhamidin tidak sempat menyelesaikan kuliahnya, karena faktor ekonomi.
“Suami saya adalah pekerja keras. Dia adalah orang di balik proses produksi nasi bulu ini, orang yang tau resep turun temurun dari sesepuh kami,” tambah Fani.
Saat ini, Fani dan Nurhamidin fokus membantu menjaga lapak Ibunya.
“Pulang sekolah, saya bersiap untuk membantu Suami membuka Lapak ini, dan mulai berjualan,” tutupnya. (*)