Kamis, 5 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Yusran, Penjual Es Tong tong Keliling di Gorontalo, Setiap Hari Tempuh 13 Km

Yusran (53), Warga Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, penjual es tong-tong keliling dari Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Cerita Yusran, Penjual Es Tong tong Keliling di Gorontalo, Setiap Hari Tempuh 13 Km
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Yusran (53), penjual es tong-tong keliling dari Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Yusran (53), penjual es tong-tong keliling dari Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Warga Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo ini setiap hari menempuh jarak 13 kilometer untuk perjualan

Dari rumahnya di Ipilo, ia mengayuh gerobak sepedanya menuju Kelurahan Tuladenggi, Kabupaten Gorontalo.

Yusran mengatakanmulai berjualan es tong-tong sejak 10 tahun lalu. 

Awalnya, ia adalah seorang buruh bangunanKemudian ia beralih berjualan es tong tong.

Yusran menyampaikan alasannya karena menurutnya, berdagang es lebih menghasilkan daripada menjadi buruh bangunan.

“Menjual es ini lebih menghasilkan. Saat jadi buruh bangunan, saya dapat Rp 100 ribu satu hari. Kalau menjual es, sehari dapat Rp 150 ribu,” ucap Yusran.

Yusran (53), penjual es tong-tong keliling dari Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 889900
Yusran (53), penjual es tong-tong keliling dari Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Meskipun begitu, menurut Yusran keuntungan yang didapatnya dari berdagang es tong-tong, belum bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.

Yusran memiliki lima orang anak. Tiga yang tertua sudah menikah. Dua yang tersisa masih balita.

Anak-anaknya bertempat tinggal tidak jauh dari rumah Yusran. Sehingga, kata Yusran, silaturahmi dengan anak-anaknya masih terjalin baik. 

Namun, ia tidak menerima uang dari anak-anaknya. Ia mengingat bahwa anak-anaknya juga memiliki keluarga yang harus mereka tanggung.

“Saya masih sering bertemu dengan anak-anak saya yang sudah menikah. Tapi saya tidak terima uang dari mereka. Gaji mereka juga tidak banyak, apalagi mereka digaji per minggu,” ungkap Yusran.

Menerjang jalanan yang terik, Yusran tak lagi mengenal kata lelah. Bahkan baru-baru ini ia harus dirawat di Rumah Sakit, sebab beberapa keluhan medis.

“Kalau ditanya capek, saya capek sekali. Terlebih Gorontalo cuacanya sangat panas. Bahu saya rasanya pegal sekali. Barusan saya masuk RS dua kali. Kena strok, gatal-gatal, dan asam urat,” katanya.

Meski begitu, Yusran tidak menyerah untuk berjualan es tong-tong keliling. Karena menurutnya, ini adalah opsi mata pencaharian yang paling memungkinkan baginya untuk dijalani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved