Sabtu, 7 Maret 2026

Kantor Bupati Pohuwato Dibakar

Satu Kompi TNI dan 950 Polisi Amankan Kerusuhan Penambang Pohuwato Gorontalo

Menurut Kabid Humas Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, ada sedikitnya 750 personel polisi yang diturunkan mengamankan lokasi demonst

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Satu Kompi TNI dan 950 Polisi Amankan Kerusuhan Penambang Pohuwato Gorontalo
TribunGorontalo.com
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, Kamis (21/9/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebanyak satu kompi TNI-AD 713 ikut diterjunkan dalam pengamanan aksi demonstrasi di Kabupaten Pohuwato, Kamis (21/9/2023). 

Tidak hanya itu, dari keterangan otoritas resmi yang didapatkan TribunGorontalo.com, sebanyak seribu polisi juga ikut diterjunkan ke lokasi. 

Menurut Kabid Humas Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, ada sedikitnya 750 personel polisi yang diturunkan mengamankan lokasi demonstrasi tersebut. 

"Untuk personel saat ini berjumlah 750 gabungan polda polres dan ada tambahan 200 dari Polda Gorontalo," kata Desmont ditemui di Porles Pohuwato.

Ratusan personel polisi hingga TNI ini pun berhasil memukul mundur demonstran yang rata-rata merupakan penambang Pohuwato. 

Diketahui, titik pertama aksi demonstrasi dilakukan di kantor PT PETS di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. 

Sejumlah fasilitas di kantor ini dirusak oleh massa. Bahkan, tiga mobil operasional perusahaan digulingkan oleh ribuan massa tersebut. 

Massa aksi meninggalkan kobaran api di sejumlah gedung PT PETS. Mereka lantas bertolak ke 2 kantor pemerintahan Pohuwato. 

Sebagian massa mendatangi kantor DPRD Pohuwato, sebagian lainnya mendatangi Kantor Bupati Pohuwato. 

Aksi itu berujung pada pembakaran Kantor Bupati Pohuwato. Kantor di Kawasan Blok Plan Marisa itu terbakar hebat. 

Hingga Kamis malam ini, tidak ada tanda-tanda massa melanjutkan aksinya. Polisi pun hinggga berita ini dirilis, masih melakukan penjagaan. 

Ratusan personel masih bersiaga, menunggu tanda-tanda akan terjadi pergolakan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved