Penganiayaan Siswa Gorontalo
Penganiaya Siswa SMP 7 Kota Gorontalo Alami Patah Kaki
Kata polisi, usai melakukan penganiayaan terhadap korbannya, SS mengalami kecelakaan hingga tulang kakinya patah.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-20_patah-kaki.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Remaja berinisial SS (16) mengalami patah kaki sehari setelah menganiaya siswa SMP 7 Kota Gorontalo pada Jumat (15/9/2023).
Diketahui, SS (16) adalah warga Kelurahan Limba U I, Kecamatan Kota Selatan, Gorontalo.
Kata polisi, usai melakukan penganiayaan terhadap korbannya, SS mengalami kecelakaan hingga tulang kakinya patah.
"Setelah kejadian itu, tepatnya Sabtu, pelaku ini mengalami kecelakaan dan salah satu kakinya mengalami patah tulang," ungkap Kapolres Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana, Rabu (20/9/2023).
Baca juga: Identitas Korban dan Pelaku dalam Video Viral Penganiayaan Siswa SMP di Taman Kota Gorontalo
Hingga saat ini, kata Ade, pelaku masih sementara berada di luar Kota Gorontalo untuk melakukan perawatan atas kecelakaan yang ia alami.
"Saat ini si pelaku sedang melakukan perawatan," imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, telah beredar sebuah video seorang siswa dianiaya oleh seseorang secara brutal di Taman Kota Gorontalo.
Video tersebut viral baru-baru ini di Grup Facebook Quick Respon Polda Gorontalo, Selasa (19/9/2023).
Seorang pengguna facebook, Kresiano Bakar membagikan video tersebut dengan caption “Komdan lia akang orang pe anak dorang so siksa bagini kasiang (Polisi, anak orang disiksa seperti ini).”
Saat dikutip TribunGorontalo.com, video tersebut sudah ditonton oleh puluhan orang dengan komentar yang beragam.
Baca juga: Polisi Ringkus Penganiaya Siswa SMP 7 Kota Gorontalo, di Bawah Umur dan Putus Sekolah
Netizen di kolom komentar rata-rata meminta agar pihak kepolisian menindaklanjuti video penganiayaan tersebut.
Tidak jelas apa yang melatarbelakangi penganiayaan itu.
Dalam video berdurasi sekitar 30 detik tersebut, siswa yang masih menggunakan seragam sekolah itu diterjang dengan sebuah tendangan.
Pelaku hanya bercelana pendek putih dengan jersey olahraga bermotif kuning di dada.
Ada total sekitar belasan pukulan yang dilayangkan pelaku ke korban.