Mati Ditembak Polisi

Kronologi Warga Tenda Gorontalo Ditembak Mati Personel Polresta

Pria paruh baya yang tinggal di bantaran Sungai Bolango, tepatnya di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo itu tersungkur usai pelu

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
LIVE TribunGorontalo.com
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana saat merilis kasus penembakan warga hingga tewas, Sabtu (9/9/2023). Ditemani Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonadro Widharta, dan Kabid Humas Polda Gorontalo, Desmont Harjendro (kanan). FOTO: LIVE TribunGorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Timah panas yang dilontarkan dari senjata personel Polresta Gorontalo Kota mengenai dada sebelah kiri Muhammad Hasan (MH). 

Pria paruh baya yang tinggal di bantaran Sungai Bolango, tepatnya di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo itu tersungkur usai peluru menembus dadanya.

Ia dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) usai penembakan itu. Sayangnya, nyawa MH tak tertolong. 

Kini, MH dikebumikan di pekuburan keluarga tidak jauh dari rumahnya.

Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana menceritakan kejadian runut atau kronologi penembakan tersebut. 

Kejadian berawal sejak Jumat pagi (8/9/2023). Saat itu, seorang tetangga berinisial FA melaporkan MH ke polisi. 

Dalam keterangannya, FA mengaku dikejar oleh MH menggunakan senjata tajam (sajam) pada sekira pukul 10.00 Wita. 

“FA mengatakan bahwa dirinya sempat diancam dan dikejar oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam,” ucap Ade Permana dalam konferensi pers Sabtu sore. 

Kapolres tak menjelaskan apakah laporan tersebut ditindaklanjuti. Hanya saja pada pukul 19.00 Wita, ada lagi laporan yang masuk ke polisi bahwa MH kembali mengamuk di kawasan rumahnya. 

Laporan itu yang lantas direspon polisi dengan menerjunkan dua personel Reskrim masing-masing Aiptu Renaldi dan Bripka Ariyanto Antuke.

Tiba di rumah MH, Renaldi lantas mengetuk pintu rumah. Saat itu menurut keterangan Ade Permana, MH sedang mengasah senjata tajam (sajam). 

Pintu dibuka dan MH langsung mengejar Briptu Ariyanto yang saat itu berpakaian dinas polisi. 

“Pas diketuk, dia keluar namun yang dikejar duluan adalah Bripka Ariyanto. Karena dia berpakaian dinas seperti itu (polisi),” cerita Ade. 

Ariyanto saat itu sempat mundur, kemudian menangkis dengan tangan kiri. Tetapi terluka. 

Melihat Ariyanto yang akan dianiaya oleh MH, Renaldi yang merupakan rekan Ariyanto melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah MH.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved