Jumat, 6 Maret 2026

Mati Ditembak Polisi

Kronologi Warga Tenda Gorontalo Ditembak Mati Personel Polresta

Pria paruh baya yang tinggal di bantaran Sungai Bolango, tepatnya di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo itu tersungkur usai pelu

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kronologi Warga Tenda Gorontalo Ditembak Mati Personel Polresta
LIVE TribunGorontalo.com
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana saat merilis kasus penembakan warga hingga tewas, Sabtu (9/9/2023). Ditemani Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonadro Widharta, dan Kabid Humas Polda Gorontalo, Desmont Harjendro (kanan). FOTO: LIVE TribunGorontalo 

Saat itu memang tak ada kayu ataupun balok yang bisa digunakan untuk melawan MH. 

Situasi itu berlanjut pada pengejaran terhadap MH oleh Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonardo Widharta. 

Polisi turun melakukan pengejaran terhadap MH yang sudah melukai rekannya. Juga dibantu oleh warga sekitar. Pencarian dari Jumat malam berakhir hingga Sabtu dini hari. 

Kapolresta Ade Permana bahkan turun langsung dan mengamankan sejumlah barang tajam di rumah MH. 

“Di situ ada panah water sebanyak 5 biji di atas lemari. Ada 2 pisau yang juga diamankan,” kata Ade. 

Pencarian terhadap MH yang kabur terus dilakukan dengan menyisir Sungai Bolango.

Petugas menyudahi pencarian di pukul 00.30 Wita Sabtu dini hari (9/9/2023). 

“Anggota membubarkan diri karena masyarakat semakin banyak dan penerangan tidak memadai. Kita hentikan pencarian,” ucapnya.

Hanya berselang sejam usai operasi dihentikan, seorang masyarakat menelpon ke polresta. Mengadukan bahwa MH sudah terlihat di kawasan Tenda. 

Saat itu juga dilaporkan jika MH sempat menyerang sekumpulan warga setempat. Kebetulan yang diserang ini adalah orang yang sudah berseteru dengan MH sejak Jumat pagi, yakni FA. 

“Anggota kembali datang dengan membawa regu sabhara. Tiga anggota yang diikuti oleh masyarakat berpapasan dengan pelaku (MH),” tutur Ade. 

Pada saat inilah dimulai puncak ketegangannya. MH disebut mengayunkan pedang (lilang) yang dibawanya. 

Tindakan MH ini sempat diminta berhenti oleh personnel yang bertugas saat itu. Ia meminta agar MH tidak berbuat nekat. Ia bahkan menyuruh MH untuk mundur. 

“MH terus mendekat sambil mengayun-ayunkan pedang tersebut, kemudian anggota memberikan tembakan peringatan 3 kali ke bawah atau ke tanah. Dan ada yang mengenai celana (MH),” ucap Ade. 

MH disebut terus menyerang polisi hingga terpojok di dinding. Dalam jarak 2 meter, polisi merasa akan semakin terancam dengan sajam yang diayunkan oleh MH.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved