PEMPROV GORONTALO
Strategi Pj Gubernur Ismail Pakaya Tekan Angka Stunting Gorontalo yang Masih Tinggi
Angka ini masih jauh dari target nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu sebesar 14 persen pada tahun 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2552023_Gebyar-SMS.jpg)
DTKS dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) menjadi penting sebagai acuan OPD dalam mengintervensi program.
Ismail juga menekankan pentingnya berbagi peran dengan pemerintah kabupaten/kota. Jumlah 4.545 orang harus dibagi secara merata antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Setiap Pemerintah Daerah akan bertanggung jawab atas perawatan penderita stunting beserta pelaporan jumlahnya dan perkembangan berat badan setiap bulan.
Selain asupan gizi yang baik melalui penyediaan multivitamin dan makanan bergizi, OPD juga harus memperhatikan kebutuhan keluarga penderita stunting.
Misalnya, Dinas PUPR-PKP akan fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi, termasuk penataan kawasan permukiman kumuh dan infrastruktur dasar bagi warga.
Demikian pula, Dinas Kumperindag akan memberikan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rapat ini menghasilkan sejumlah program kegiatan yang diarahkan untuk menekan angka stunting, dengan Dinas Kesehatan sebagai OPD teknis utama yang menanganinya.
Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan ikan tuna kepada bayi penderita stunting, yang diintegrasikan dengan program TP PKK untuk mendampingi keluarga hingga tingkat desa.
Dinas Pangan menyasar anak penderita stunting melalui bantuan bahan makanan bermutu bergizi. Dinas
Sosial memberikan bantuan langsung pangan kepada keluarga miskin untuk meringankan beban mereka.
Sementara itu, Dinas PUPR-PKP fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi, dan Dinas Kumperindag membina serta memberikan bantuan kepada pelaku UMKM. ADVERTORIAL (*)