Pilpres 2024
TNI Dituding Anti Ganjar Karena Copot Baliho, Begini Tanggapan Laksamana Yudo Margono
Video pencopotan baliho Ganjar menuai banyak respon negatif di media sosial. Bahkan, sejumlah warganet tak segan menuding komandan TNI anti Ganjar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Baliho-ganjar-pranowo.jpg)
Kelima, menindak tegas prajurit TNI dan PNS yang terbukti terlihat politik praktis, memihak dan memberikan dukungan partai politik beserta Paslon yang diusung.
Baca juga: PAN Yakin Siapapun Pilih Erick Thohir jadi Cawapres Bakal Menang Pilpres 2024
Tanggapan Panglima TNI
Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana TNI Yudo Margono turut berkomentar soal penurunan baliho bergambar bakal calon presiden Ganjar Pranowo di Markas Kodim 1013/Muara Teweh, Kalimantan Tengah.
Menurutnya, penurunanan baliho melibatkan unsur Pemerintah, mulai dari Satpol PP hingga perwakilan partai.
"Kemarin dari Dandim Muara Taweh, itu sudah dikoordinasikan dengan pemasangnya. Jadi, dari perwakilan partai juga dengan Satpol PP, juga Pak Bupati sudah menyampaikan semuanya, jadi dilepas dan disaksikan oleh mereka," ujar Yudo Margono di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Kota Bandung, Senin (17/7/2023), dikutip dari Tribun Jabar.
Yudo terang menolak penurunan banner itu menggunakan istilah pencopotan.
Menurutnya, narasi pencopotan itu terkesan kasar dan seolah dilakukan tidak sesuai aturan.
"Kalau dicopot itu kesannya langsung digaruk, dicopot gitu. Ini tidak. Kita tetap pakai aturan yang ada, karena izinnya tidak dipasang di situ, maka kita sampaikan kenapa dipasang di situ, karena sudah jelas soal netralitas TNI," katanya.
Yudo pun memastikan dalam Pemilu nanti jajarannya tetap menjaga netralitas. Salah satunya, larangan memasang banner Bacapres di kawasan TNI.
"Di situ ada markas Kodim dan perumahan. Penekanan saya, netralitas TNI itu tidak memasang gambar kampanye di area TNI," jelas Yudo Margono. (*)