Jumat, 6 Maret 2026

Marten Taha

Ketua Golkar Kota Gorontalo Marten Taha Gaet Pemuda Lewat Turnamen e-Sport

Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha mengungkap strategi dalam menarik perhatian pemilih muda dalam pemilu dan pilkada 2023

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Ketua Golkar Kota Gorontalo Marten Taha Gaet Pemuda Lewat Turnamen e-Sport
TRIBUNGORONTALO
Wawancara eksklusif di Tribun Podcast yang dipandu Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA) bersama Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT) di Rakernas Apeksi, Selasa (11/7/23). 

Tapi urutannnya, tidak boleh dominan laki-laki paling atas, harus ada perempuan di antaranya. Makanya, perempuan bukan hanya sebagai pelengkap melainkan kami harus melihat dari sisi kualitasnya.

DA : Apakah mudah dalam mencari kader perempuan?

MT : Sangat sulit, karena perempuan masih terbilang kurang aktif di dunia politik. Sementara semua partai berebut kader perempuan untuk melengkapi daftar calonnya

DA : Kita tahu bahwa pemilu 2024 ini banyak diisi oleh gerenasi muda, milenial, orang menyebut geresasi X, Y, Z. Diperkirakan dari 187 juta pemilih, akan ada 60 persen generasi muda, apa strategi Golkar untuk merebut hati mereka?

Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha gggg
Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha

MT : Dengan adanya bonus demografi 2020 sampai 2045 menggambarkan bahwa struktur usia manusia saat ini dipenuhi kalangan anak muda. Namun, generasi muda saat ini berbeda jauh dengan zaman saya, tahun 80-an.

Melihat situasi dan kondisi saat ini sangat berbeda, kita tidak bisa membayangkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini dengan instrumen yang digunakan anak muda yang gandrung dengan sosial media. Ini tidak pernah digambarkan dulu.  

Oleh karena itu, pendekatan yang harus dilakukan, bagaimana mendekati anak-anak muda ini dengan cara mereka. Sekarang perang udara itu sangat dahsyat melalui medsos. Maka sebagai pimpinan partai tentu kita memasang berbagai strategi dapat menarik simpati anak-anak muda.

Mereka gandrung dengan kegiatan olahraga, kesenian, kegiatan berwisata dan lain sebagainya. Kita harus searah dengan keinginan mereka. Maka dari itu, kita harus mampu membuat satu platform digital yang bisa digunakan dan dimanfaatkan anak muda kita.

Sehingga, apa yang saya lakukan sekarang adalah menggelar turnamen e-sport se-Provinsi Gorontalo karena bagi anak muda itulah yang menyenangkan bagi mereka.

Secara tidak langsung, hubungan emosional akan mendekatkan kita dengan anak muda. Bukan hal mudah menarik simpati anak muda untuk ikut ke dunia politik. Mereka berpikir siapapun pemimpinnya, kondisi kita tetap begini. Jadi, untuk merubah mindset anak muda itulah salah satu caranya.

DA : Bagaimana cara mengajari anak muda supaya tertarik, tidak golput dan bagaimana trik mereka memilih calon layak dipilih?

MT : Sebenarnya, anak muda sekarang tidak butuh janji-janji. Apalagi dari mereka kebanyakan siswa dan mahasiswa. Mereka cenderung tidak memilih atau golput ketimbang memilih orang atau partai mereka tidak suka. Pertama harus diajak mereka, jangan golput, gunakan hak pilih karena hak pilih menjadi hak kontitusional yang hanya digunakan 5 tahun sekali.

Kedua mereka harus diajari, apa yang kita perjuangkan hanya untuk kebutuhan dunia mereka bukan untuk kepentingan orang lain. Sehingga meyakinkan mereka,  bahwa yang dipilih ini mampu perjuangkan kepentingan Anda. Tidak melihat orang, tapi apa kepentingan program bagi dia. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved