Marten Taha
Ketua Golkar Kota Gorontalo Marten Taha Gaet Pemuda Lewat Turnamen e-Sport
Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha mengungkap strategi dalam menarik perhatian pemilih muda dalam pemilu dan pilkada 2023
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wawancara-eksklusif-di-Tribun-Podcast-7777.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha mengungkap strategi dalam menarik perhatian pemilih muda dalam pemilu dan pilkada 2023.
Turnamen e-sport se-Provinsi Gorontalo menjadi salah satu andalannya.
Hal ini diungkap dalam wawancara eksklusif di Tribun Podcast yang dipandu Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA) bersama Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT).
Wawancara eksklusif dilakukan dalam acara Podcast Spesial Rakernas Apeksi, Selasa (11/7/23).
DA : Bagaimana persiapan Kota Gorontalo menghadapi Pemilu 2024?
MT : Agenda nasional yang sangat strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa ini memang sudah tidak lama lagi. Sebagai bangsa yang taat konstitusi, tentu kita akan menjalankan tugas ini sebagaimana mestinya.
Dari sisi pemerintahan, tentunya saya bertugas agar bagaimana penyelenggaraan Pemilu 2024, mulai dari pilpres, pileg dan pilkada ini bisa berjalan dengan sukses, lancar, aman dan menghasilkan keputusan politik yang profesional.
Dalam hal ini, saya punya tupoksi membantu pemerintah pusat dan mendorong penyelenggara pemilu. Baik KPU, Bawaslu, dan seluruh pihak terkait untuk menjalankan tugasnya dengan baik.
Di sisi lain, sebagai politisi, khususnya pimpinan partai politik yang kebetulan saya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Gorontalo. sehingga saya juga mensukseskan terpilihnya wakil rakyat yang mewakili Partai Golkar di parlemen, baik DPRD Kota, DPRD provinsi maupun DPR RI karena itu tugas saya untuk sukseskan.
Dan juga sebagai politisi harus mampu bersaing untuk merebut hak kontitusional saya. Bahwa saya harus merebut jabatan-jabatan itu tentu melalui suatu prosedur maupun mekanisme yang benar.
Dalam menjalankan kedua tugas yang berbeda dalam satu saya sebagai pemerintah dan sebagai pimpinan partai sekaligus sebagai politisi akan berkontestasi dalam ajang pemilihan itu , pastinya saya akan memisahkan berbagai segmen itu. Berbicara sebagai wali kota, saya berdasar pada Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 maupun peraturan pemerintah lainnya.
Sebagai politisi, saya harus mensukseskan juga komitmen partai saya untuk memenangkan pemilu dan pilkada. Didalamnya juga termasuk juga saya sebagai politisi merebut jabatan-jabatan tersebut.
Memang banyak kendala yang kita hadapi, misalnya dalam pemerintahan, penganggaran pemilu misalnya. Pilkada Itukah menjadi tanggungjawab kami di daerah, kecuali pemilu dan pilpres menjadi tanggungjawab APBN. Tapi kami harus menyediakan anggaran di tengah keterbatasan anggaran semakin kecil sehingga pilkada bisa terlaksana sukses.
DA : Dari parpol sendiri, partai Golkar ada porsi 30 persen wanita, itu terpenuhikah di Gorontalo?
MT : Ya, pemenuhan calon dari unsur perempuan minimal 30 persen harus terpenuhi dan kalau tidak KPU akan menolak dan dinyatakan partai itu tidak sebagai calon peserta. Dalam memenuhi kuota perempuan, katakanlah ada sembilan orang berarti harus ada 3 perempuan.