Minggu, 8 Maret 2026

Marten Taha

Ketua Golkar Kota Gorontalo Marten Taha Gaet Pemuda Lewat Turnamen e-Sport

Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha mengungkap strategi dalam menarik perhatian pemilih muda dalam pemilu dan pilkada 2023

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Ketua Golkar Kota Gorontalo Marten Taha Gaet Pemuda Lewat Turnamen e-Sport
TRIBUNGORONTALO
Wawancara eksklusif di Tribun Podcast yang dipandu Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA) bersama Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT) di Rakernas Apeksi, Selasa (11/7/23). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha mengungkap strategi dalam menarik perhatian pemilih muda dalam pemilu dan pilkada 2023. 

Turnamen e-sport se-Provinsi Gorontalo menjadi salah satu andalannya. 

Hal ini diungkap dalam wawancara eksklusif di Tribun Podcast yang dipandu Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA) bersama Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT).

Wawancara eksklusif dilakukan dalam acara Podcast Spesial Rakernas Apeksi, Selasa (11/7/23).

DA : Bagaimana persiapan Kota Gorontalo menghadapi Pemilu 2024?

MT : Agenda nasional yang sangat strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa ini memang sudah tidak lama lagi. Sebagai bangsa yang taat konstitusi, tentu kita akan menjalankan tugas ini sebagaimana mestinya.

Dari sisi pemerintahan, tentunya saya bertugas agar bagaimana penyelenggaraan Pemilu 2024, mulai dari pilpres, pileg dan pilkada ini bisa berjalan dengan sukses, lancar, aman dan menghasilkan keputusan politik yang profesional.

Dalam hal ini, saya punya tupoksi membantu pemerintah pusat dan mendorong penyelenggara pemilu. Baik KPU, Bawaslu, dan seluruh pihak terkait untuk menjalankan tugasnya dengan baik.

Di sisi lain, sebagai politisi, khususnya pimpinan partai politik yang kebetulan saya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Gorontalo. sehingga saya juga mensukseskan terpilihnya wakil rakyat yang mewakili Partai Golkar di parlemen, baik DPRD Kota, DPRD provinsi maupun DPR RI karena itu tugas saya untuk sukseskan.

Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita ffff
Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita

Dan juga sebagai politisi harus mampu bersaing untuk merebut hak kontitusional saya. Bahwa saya harus merebut jabatan-jabatan itu tentu melalui suatu prosedur maupun mekanisme yang benar.

Dalam menjalankan kedua tugas yang berbeda dalam satu saya sebagai pemerintah dan sebagai pimpinan partai sekaligus sebagai politisi akan berkontestasi dalam ajang pemilihan itu , pastinya saya akan memisahkan berbagai segmen itu. Berbicara sebagai wali kota, saya berdasar pada Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 maupun peraturan pemerintah lainnya.

Sebagai politisi, saya harus mensukseskan juga komitmen partai saya untuk memenangkan pemilu dan pilkada. Didalamnya juga termasuk juga saya sebagai politisi merebut jabatan-jabatan tersebut. 

Memang banyak kendala yang kita hadapi, misalnya dalam pemerintahan, penganggaran pemilu misalnya. Pilkada Itukah menjadi tanggungjawab kami di daerah, kecuali pemilu dan pilpres menjadi tanggungjawab APBN. Tapi kami harus menyediakan anggaran di tengah keterbatasan anggaran semakin kecil sehingga pilkada bisa terlaksana sukses.

DA : Dari parpol sendiri, partai Golkar ada porsi 30 persen wanita, itu terpenuhikah di Gorontalo?

MT : Ya, pemenuhan calon dari unsur perempuan minimal 30 persen harus terpenuhi dan kalau tidak KPU akan menolak dan dinyatakan partai itu tidak sebagai calon peserta. Dalam memenuhi kuota perempuan, katakanlah ada sembilan orang berarti harus ada 3 perempuan.

Tapi urutannnya, tidak boleh dominan laki-laki paling atas, harus ada perempuan di antaranya. Makanya, perempuan bukan hanya sebagai pelengkap melainkan kami harus melihat dari sisi kualitasnya.

DA : Apakah mudah dalam mencari kader perempuan?

MT : Sangat sulit, karena perempuan masih terbilang kurang aktif di dunia politik. Sementara semua partai berebut kader perempuan untuk melengkapi daftar calonnya

DA : Kita tahu bahwa pemilu 2024 ini banyak diisi oleh gerenasi muda, milenial, orang menyebut geresasi X, Y, Z. Diperkirakan dari 187 juta pemilih, akan ada 60 persen generasi muda, apa strategi Golkar untuk merebut hati mereka?

Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha gggg
Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha

MT : Dengan adanya bonus demografi 2020 sampai 2045 menggambarkan bahwa struktur usia manusia saat ini dipenuhi kalangan anak muda. Namun, generasi muda saat ini berbeda jauh dengan zaman saya, tahun 80-an.

Melihat situasi dan kondisi saat ini sangat berbeda, kita tidak bisa membayangkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini dengan instrumen yang digunakan anak muda yang gandrung dengan sosial media. Ini tidak pernah digambarkan dulu.  

Oleh karena itu, pendekatan yang harus dilakukan, bagaimana mendekati anak-anak muda ini dengan cara mereka. Sekarang perang udara itu sangat dahsyat melalui medsos. Maka sebagai pimpinan partai tentu kita memasang berbagai strategi dapat menarik simpati anak-anak muda.

Mereka gandrung dengan kegiatan olahraga, kesenian, kegiatan berwisata dan lain sebagainya. Kita harus searah dengan keinginan mereka. Maka dari itu, kita harus mampu membuat satu platform digital yang bisa digunakan dan dimanfaatkan anak muda kita.

Sehingga, apa yang saya lakukan sekarang adalah menggelar turnamen e-sport se-Provinsi Gorontalo karena bagi anak muda itulah yang menyenangkan bagi mereka.

Secara tidak langsung, hubungan emosional akan mendekatkan kita dengan anak muda. Bukan hal mudah menarik simpati anak muda untuk ikut ke dunia politik. Mereka berpikir siapapun pemimpinnya, kondisi kita tetap begini. Jadi, untuk merubah mindset anak muda itulah salah satu caranya.

DA : Bagaimana cara mengajari anak muda supaya tertarik, tidak golput dan bagaimana trik mereka memilih calon layak dipilih?

MT : Sebenarnya, anak muda sekarang tidak butuh janji-janji. Apalagi dari mereka kebanyakan siswa dan mahasiswa. Mereka cenderung tidak memilih atau golput ketimbang memilih orang atau partai mereka tidak suka. Pertama harus diajak mereka, jangan golput, gunakan hak pilih karena hak pilih menjadi hak kontitusional yang hanya digunakan 5 tahun sekali.

Kedua mereka harus diajari, apa yang kita perjuangkan hanya untuk kebutuhan dunia mereka bukan untuk kepentingan orang lain. Sehingga meyakinkan mereka,  bahwa yang dipilih ini mampu perjuangkan kepentingan Anda. Tidak melihat orang, tapi apa kepentingan program bagi dia. 

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved