Sabtu, 21 Maret 2026

Gorontalo Kemarin

Gorontalo Kemarin, Anak di Bawah Umur Pelaku Kejahatan dan Dana Desa Dipotong Rp 38 Miliar

Ia mengatakan, kondisi Gorontalo saat ini mirip seperti di Sumatera. Di mana, anak-anak di bawah umur menjadi pelaku kriminalitas.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gorontalo Kemarin, Anak di Bawah Umur Pelaku Kejahatan dan Dana Desa Dipotong Rp 38 Miliar
TribunGorontalo.com
Kepala Kejari Kabupaten Gorontalo, Mohammad Iqbal saat menghacurkan senpi rakitan menggunakan gurinda. 

50 Persen Pelaku Kejahatan di Gorontalo adalah Anak di Bawah Umur

Kepala Kejari Kabupaten Gorontalo, Mohammad Iqbal saat menghacurkan senpi rakitan menggunakan gurinda.
Kepala Kejari Kabupaten Gorontalo, Mohammad Iqbal saat menghacurkan senpi rakitan menggunakan gurinda.(TribunGorontalo.com)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Kejari Kabupaten Gorontalo, Mohammad Iqbal menyebut pelaku kejahatan di Kabupaten Gorontalo didominasi anak-anak.

"50 persen perkara yang terjadi di Kabupaten Gorontalo ini adalah pelakunya anak-anak," kata Mohammad Iqbal dalam sambutannya di pemusnahan barang bukti inkrah, Kantor Kejari Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/7/2023) pagi.

Ia mengatakan, kondisi Gorontalo saat ini mirip seperti di Sumatera. Di mana, anak-anak di bawah umur menjadi pelaku kriminalitas.

Kalau di Sumatera kata dia, pelaku begal berkisar antara 13-15 tahun. Namun, Iqbal mengaku bingung karena di Gorontalo justru anak-anak sudah berani berbuat tak senonoh.

"Alhamdulillah di sini tidak ada pelaku begal di bawah umur, tetapi yang melakukan kejahatan di bawah umur ini kebanyakan pelecehan seksual," akunya.


Baca Selengkapnya

Kades di Gorontalo Gigit Jari, Pemerintah Pusat Potong Rp 38 Miliar Dana Desa per Tahun 2023

Press Conference Alco Regional Gorontalo yang dihadiri Staff Ahli Menteri Keuangan, Iwan Djuniardi, Rabu (5/7/2023)
Press Conference Alco Regional Gorontalo yang dihadiri Staff Ahli Menteri Keuangan, Iwan Djuniardi, Rabu (5/7/2023)(TribunGorontalo.com)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah pusat bakal mencairkan dana sebesar Rp 525 miliar untuk 657 desa di Gorontalo pada 2023.

Namun, dana desa tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya. Sebagaimana diketahui dana desa tahun 2022 berjumlah Rp 563 miliar. Artinya, pemerintah pusat memotong dana desa sebesar Rp 38 miliar.

Staff Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak, Iwan Djuniardi saat Press Conference Alco, Rabu (5/7/2023) mengatakan bahwa peluncuran dana desa ini ada formula dan karakternya.

"Kalau formulanya itu berubah, sudah pasti berubah," ujarnya.

Kata Iwan, peluncuran dana desa merupakan formula yang tinggal dimasukan, langsung keluar berupa hasil statistik mengenai kondisi makro di desa.


Baca Selengkapnya

Gorontalo Belum Punya Gudang Penyimpanan, Ekspor Barang Jadi Makan Waktu

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang(Tangkapan layar YouTube Kanwil DJBC)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -  Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang menyebut Gorontalo saat ini belum memiliki lokasi penyimpanan.

Sehingga, pihaknya kesulitan mendistribusi barang dan jasa dari Gorontalo ke luar negeri.

Erwin Situmorang mengatakan, barang seperti jagung, tuna, perikanan, hingga kelapa pada umumnya diekspor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved