Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin, Anak di Bawah Umur Pelaku Kejahatan dan Dana Desa Dipotong Rp 38 Miliar
Ia mengatakan, kondisi Gorontalo saat ini mirip seperti di Sumatera. Di mana, anak-anak di bawah umur menjadi pelaku kriminalitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepala-Kejari-Kabupaten-Gorontalo-Mohammad-Iqba.jpg)
50 Persen Pelaku Kejahatan di Gorontalo adalah Anak di Bawah Umur
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Kejari Kabupaten Gorontalo, Mohammad Iqbal menyebut pelaku kejahatan di Kabupaten Gorontalo didominasi anak-anak.
"50 persen perkara yang terjadi di Kabupaten Gorontalo ini adalah pelakunya anak-anak," kata Mohammad Iqbal dalam sambutannya di pemusnahan barang bukti inkrah, Kantor Kejari Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/7/2023) pagi.
Ia mengatakan, kondisi Gorontalo saat ini mirip seperti di Sumatera. Di mana, anak-anak di bawah umur menjadi pelaku kriminalitas.
Kalau di Sumatera kata dia, pelaku begal berkisar antara 13-15 tahun. Namun, Iqbal mengaku bingung karena di Gorontalo justru anak-anak sudah berani berbuat tak senonoh.
"Alhamdulillah di sini tidak ada pelaku begal di bawah umur, tetapi yang melakukan kejahatan di bawah umur ini kebanyakan pelecehan seksual," akunya.
Kades di Gorontalo Gigit Jari, Pemerintah Pusat Potong Rp 38 Miliar Dana Desa per Tahun 2023
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah pusat bakal mencairkan dana sebesar Rp 525 miliar untuk 657 desa di Gorontalo pada 2023.
Namun, dana desa tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya. Sebagaimana diketahui dana desa tahun 2022 berjumlah Rp 563 miliar. Artinya, pemerintah pusat memotong dana desa sebesar Rp 38 miliar.
Staff Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak, Iwan Djuniardi saat Press Conference Alco, Rabu (5/7/2023) mengatakan bahwa peluncuran dana desa ini ada formula dan karakternya.
"Kalau formulanya itu berubah, sudah pasti berubah," ujarnya.
Kata Iwan, peluncuran dana desa merupakan formula yang tinggal dimasukan, langsung keluar berupa hasil statistik mengenai kondisi makro di desa.
Gorontalo Belum Punya Gudang Penyimpanan, Ekspor Barang Jadi Makan Waktu
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang menyebut Gorontalo saat ini belum memiliki lokasi penyimpanan.
Sehingga, pihaknya kesulitan mendistribusi barang dan jasa dari Gorontalo ke luar negeri.
Erwin Situmorang mengatakan, barang seperti jagung, tuna, perikanan, hingga kelapa pada umumnya diekspor.