Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-484: Zelensky Akui Serangan Baliknya Berjalan Lambat
Kondisi terkini perang, Kamis (22/6/2023): Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akui serangan baliknya ke pasukan Rusia berjalan dengan lambat.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Kamis (22/6/2023) terhitung telah berlangsung 484 hari lamanya.
Kabar terbaru dalam perang adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui serangan balik terhadap pasukan Rusia berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.
Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
Seiring dengan perkembangannya, Rusia mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-483: Rusia Ancam Serang Objek Vital Kyiv jika Krimea Diserbu
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut, sampai saat ini terus berlanjut dan belum terlihat akan segera berakhir.
Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-484 perang Rusia vs Ukraina:
- Zelensky mengakui bahwa serangan balasan Ukraina mungkin akan "lebih lambat dari yang diinginkan".
Meski begitu, Zelensky menegaskan bahwa dia tidak akan mempertaruhkan nyawa tentara untuk memenuhi ekspektasi internasional.
Komentar dari Zelensky dalam wawancara BBC tersebut muncul saat Putin menyarankan tampaknya ada jeda dalam intensitas serangan balasan Ukraina yang telah lama dinanti-nantikan.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-482: Kyiv Janjikan Pukulan Besar dalam Serangan Balik
- Uni Eropa menjanjikan 50 miliar euro lebih lanjut dalam bentuk pinjaman dan hibah.
Sementara itu, Inggris serta Amerika Serikat masing-masing menjanjikan 3 miliar dolar dan 1,3 miliar dolar dalam dukungan keuangan pada konferensi di London yang berfokus pada rekonstruksi Ukraina.
Bank Dunia, bekerja sama dengan pemerintah Ukraina, Komisi Eropa, dan PBB, telah menetapkan biaya rekonstruksi dan pemulihan sebesar 411 miliar dolar setelah perang selama setahun.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-481: PBB Tuduh Rusia Blokir Bantuan Korban Bendungan Kakhovka
- Delegasi di KTT, dari Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal, hingga PM Inggris Rishi Sunak, dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, mengatakan Kremlin pada akhirnya akan membayar tagihan.
“Mari kita perjelas, Rusia menyebabkan kehancuran Ukraina dan Rusia pada akhirnya akan menanggung biaya rekonstruksi Ukraina,” kata Blinken.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelensky-18-juni-2022_1.jpg)