Dinkes Provinsi Gorontalo Jelaskan Perbedaan Data Stunting versi SSGI dan e-PPGBM
Sementara berdasarkan angka survey Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), stunting di Gorontalo hanya di angka rata-r
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Kata Syafii, pihaknya sudah banyak yang turun melihat masyarakat yang terkena stunting.
"Karena itu penanganan stunting itu secara konvergensi atau menyeluruh," ucapnya.
Lanjut Syafiin, kalau misalnya penyebab stunting tersebut adalah tidak ada jamban atau tidak ada akses jalan yang mumpuni, maka itu yang akan di intervensi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
"Hal-hal yang seperti itu juga yang menyebabkan masih tingginya angka stunting," imbuhnya.
Dari sebab itu, upaya dari Pemerintah Provinsi, Gubernur Gorontalo menginstruksikan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada harus terkonvergensi.
"Insya Allah di tahun 2024 lebih turun lagi. Karena target dari pemerintah pusat itu di tahun 2024 sebesar 14 persen," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1632023_stunting.jpg)