Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-471: Penembakan Gegerkan Evakuasi Korban Bendungan Kakhovka
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-471, Jumat (9/6/2023): satu warga sipil tewas dalam penembakan saat evakuasi korban banjir bendungan Kakhovka.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-di-Kota-Bucha-pada-April-2022.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Proses evakuasi warga terdampak banjir akibat hancurnya bendungan Nova Kakhovka di Kherson, Ukraina wilayah selatan, diwarnai peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh pasukan Rusia.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Jumat (9/6/2023) atau hari ke-471 perang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh pasukan Rusia menembaki pekerja darurat yang berusaha menyelamatkan warga dari banjir akibat diledakkannya bendungan Nova Kakhovka.
Menurut The Guardian, seorang warga sipil bahkan sampai kehilangan nyawa dalam aksi penembakan di tengah evakuasi korban banjir di Kota Kherson pada Kamis (8/6/2023) tersebut.
Berbicara dalam pidato malamnya pada Rabu (7/6/2023), Zelensky mengatakan bahwa lebih dari 2.000 orang telah diselamatkan sejauh ini dari banjir di wilayah Kherson dan Mykolaiv yang menurutnya sangat kontras dengan wilayah yang diduduki Rusia di mana dia menuduh pasukan Moskow meninggalkan orang-orang begitu saja saat banjir.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-470: Pasukan Zelensky Tingkatkan Operasi Militer
“Evakuasi terus dilakukan. Di bawah ap.” kata Zelensky.
“Artileri Rusia terus menembak, apapun yang terjadi. Orang-orang liar,” lanjutnya.
"Militer dan layanan khusus kami menyelamatkan orang sebanyak mungkin, meskipun ada penembakan." imbuh sang presiden.
Zelensky menggambarkan kondisi di wilayah Kherson yang diduduki Rusia sebagai “benar-benar bencana”.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-469: Hancurnya Bendungan Kakhovka Tak Ganggu Rencana Zelensky
Zelensky juga meminta organisasi kemanusiaan internasional, seperti Komite Palang Merah Internasional, untuk segera dikerahkan dan membantu orang-orang yang ditinggalkan di daerah yang diduduki yang sekarang dilanda banjir dari penghancuran bendungan Nova Kakhovka pada Selasa (6/6/2023) lalu.
“Para penjajah hanya meninggalkan orang-orang dalam kondisi yang mengerikan ini. Tanpa penyelamatan, tanpa air, hanya di atas atap di komunitas yang terendam banjir,” ujar Zelensky.
“Bahkan tidak mungkin untuk memastikan dengan pasti berapa banyak orang di wilayah Kherson yang diduduki sementara dapat meninggal tanpa penyelamatan, tanpa air minum, tanpa makanan, tanpa perawatan medis,” sambungnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-468: Zelensky Memuji Kemajuan Pasukan Militernya di Bakhmut
Sebelumnya, Zelensky mengatakan dia kecewa karena PBB dan Palang Merah sejauh ini gagal menanggapi bencana bendungan dengan cepat, menurut komentar yang dipublikasikan oleh media.
“Setiap orang yang meninggal ada vonis atas arsitektur internasional yang ada dan organisasi internasional yang lupa bagaimana menyelamatkan nyawa,” ungkap Zelensky.
“Kalau sekarang tidak ada organisasi internasional di daerah bencana ini, berarti tidak ada sama sekali, tidak mampu berfungsi. Semua permohonan yang relevan dari Ukraina dan pemerintah kami sudah siap,” lanjutnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-467: Kelompok Militan Anti-Putin Kembali Serang Belgorod
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya buka suara atas dugaan serangan di bendungan Nova Kakhovka.