Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin, Baznas Diminta Intervensi Kemiskinan Ekstrem dan Kritik Pakai Mural
Berita-berita ini masih layak dibaca hari ini, Minggu (28/5/2023) karena masih hangat dan jadi pembicaraan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/16072022_Warga-Miskin_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM merangkum berita populer Gorontalo kemarin, Sabtu (27/5/2023) dan menyajikannya kembali berdasarkan populer teratas.
Berita-berita ini masih layak dibaca hari ini, Minggu (28/5/2023) karena masih hangat dan jadi pembicaraan publik.
Kemiskinan Ekstrem Gorontalo Masih di Angka 4.28 Persen, Ismail Pakaya Minta Baznas Intervensi
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kemiskinan ekstrem Gorontalo 2022 masih di angka 4.28 persen.
Meski angka ini turun dibandingkan 2021 di angka 4.66 persen, namun tak bisa diabaikan begitu saja.
Ismail Pakaya sebagai Pj Gubernur Gorontalo meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengintervensi kemiskinan ekstrem tersebut.
Caranya, Baznas diminta memanfaatkan dana zakat dengan menyalurkannya lebih besar untuk warga miskin.
“Baznas harus memberi prioritas kelompok masyarakat yang tergolong miskin ekstrem,” ucap Ismail, Jum’at (26/5/2023).
Bupati Gorontalo Sebut Mural Lebih Cepat Menyentuh Hati Pemerintah Ketimbang Demonstrasi
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto -Kompetisi mural bukan sekadar ajang penyaluran minat dan bakat saja.
Banyak pesan di dalam kompetisi mural dianggap bisa menyentuh hati orang lain tanpa perlu berbicara.
"Kadangkala kalau pesan itu dibawa dengan demonstrasi orang tidak dengar," kata Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat memberikan sambutan dalam penutupan kompetisi mural di Pentadio Resort, Jumat (26/5/2023).
"Dibanding kita menyuarakan (aspirasi) yang kadang panas matahari, kita (pemerintah) juga mendengar sakit hati misalnya, iya kan. justru tidak ditindaklanjuti," terangnya.
Hal berbeda tatkala aspirasi disampaikan lewat karya seni rupa seperti mural, di mana semua aspirasi bisa dimaknai dengan baik.
Hamim Pou Minta PKK Bone Bolango Ikut Selesaikan Stunting hingga Angka Putus Sekolah Anak
Reporter: Prailla Libriana