Kemiskinan Ekstrem Gorontalo Masih di Angka 4.28 Persen, Ismail Pakaya Minta Baznas Intervensi
Meski angka ini turun dibandingkan 2021 di angka 4.66 persen, namun tak bisa diabaikan begitu saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/222023_Penduduk-Miskin_BPS-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kemiskinan ekstrem Gorontalo 2022 masih di angka 4.28 persen.
Meski angka ini turun dibandingkan 2021 di angka 4.66 persen, namun tak bisa diabaikan begitu saja.
Ismail Pakaya sebagai Pj Gubernur Gorontalo meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengintervensi kemiskinan ekstrem tersebut.
Caranya, Baznas diminta memanfaatkan dana zakat dengan menyalurkannya lebih besar untuk warga miskin.
“Baznas harus memberi prioritas kelompok masyarakat yang tergolong miskin ekstrem,” ucap Ismail, Jum’at (26/5/2023).
Selain itu, dalam rangka mengentaskan kemiskinan Baznas Provinsi Gorontalo harus segera menyusun berbagai program.
Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) mesti dipakai untuk menyusun program.
“Baznas Provinsi Gorontalo juga diharapkan melakukan Sosialisasi Pengumpulan Zakat, Infaq, Sedekah kepada OPD, Lembaga Negara (TNI Polri), Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, dan Perguruan Tinggi agar semakin banyak muzakki (pemberi zakat) menyalurkan zakatnya melalui Baznas,” tambah Irfan Akadji Wakil Ketua 3 Bagian Pengelolaan dan Perencanaan Keuangan BAZNAS Provinsi Gorontalo.
Dari data BPS Provinsi Gorontalo, tahun 2022 jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo dalam satuan ribu jiwa mencapai 185,44.
Rinciannya:
Boalemo 31,97
Kab Gorontalo 66,64
Pohuwato 29,32
Bone Bolango 25,47
Gorontalo Utara 19,38
Kota Gorontalo 12,67
Dari data di atas, tercatat Kabupaten Gorontalo adalah daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak. Jumlahnya dua kali lebih banyak dari rata-rata daerah lain. (*)