Coldplay

Kontroversi Konser Coldplay di Indonesia, Ini Sejarah Grup Musik Rock Inggris

Kontroversi konser Coldplay pada 15 November 2023 makin meluas. Ragam alasan kekhawatiran hadirnya grup musik asal Inggris itu.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Personel Coldplay; Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman dan Will Champion. Kontroversi konser Coldplay pada 15 November 2023 makin meluas. Ragam alasan kekhawatiran hadirnya grup musik asal Inggris itu. 

Sebanyak 500 kopi dicetak, dan 150 dijual. Harvey menjual kopian pertamanya ke teman sekamarnya seharga 3 pound dan sisanya diberikan ke label rekaman.

Saat Martin mengeluhkan perilaku promotor Camden, Harvey menyarankan grup tersebut untuk memesan konser mereka sendiri di Dingwalls, dan mereka berhasil menjual 50 eksemplar Safety.

Konser tersebut dipertimbangkan ketika Harvey mulai mengelola Coldplay dan ia kemudian mengundurkan diri dari program studi Klasika di Trinity College, Oxford.

Akan lebih banyak konser dijadwalkan sepanjang musim panas, termasuk dua konser bersama Keane.

Martin mengundang Tim Rice-Oxley sebagai kibordis tambahan Coldplay, tetapi "ketika kami membahasnya lagi beberapa minggu kemudian, dia mengatakan bahwa anggota band lain tidak tertarik untuk menambah anggota".

Pada September 1998, mereka tampil di In the City, Manchester dan bertemu dengan A&R Debs Wild. Setelah merilis Safety, mereka merilis kaset demo "Ode to Deodorant" dan "Brothers & Sisters".

Wild memberi kabar kepada pegawai BMG Publishing Caroline Elleray dan pengacara musik Gavin Maude tentang adanya band.

Elleray berbicara kepada Dan Keeling di Parlophone tetapi ia sudah menyampaikannya. Sementara itu, Maude berbicara kepada Simmon Williams dari Fierce Panda Records, yang kemudian menyampaikannya lagi kepada Steve Lamacq di BBC Radio.

Pada 3 Januari 1999, Coldplay menjadi artis pertama tanpa label yang menjadi tamu di acara Lamacq, Evening Session.

Beberapa bulan kemudian, mereka membuat kesepakatan jangka pendek dengan Fierce Panda dan merekam ulang "Brothers & Sisters".[

Enam label lainnya menawarkan kontrak seiring popularitasnya, tetapi mereka ingin bersama Parlophone, yang membuat Elleray mengontak Keeling sekali lagi.

Ia mengubah cara pandangnya dan kesepakatan akhirnya ditandatangani pada APril 1999 di Alun-Alun Trafalgar, bulan yang sama ketika "Brothers & Sisters" dirilis sebagai singel.

Selanjutnya mereka fokus belajar untuk mempersiapkan ujian akhir di UCL.

Pada 27 Juni 1999, Coldplay pertama kali tampil di Festival Glastonbury pada panggung New Bands Tent.

Mereka kelak merekam The Blue Room, yang terjual 5.000 kopi ke publik. Sesi-sesi tersebut awalnya disiapkan untuk Parachutes (2000) tetapi situasi berubah menjadi kacau, ketika Martin dan Champion berselisih terkait kemampuan Champion sebagai drummer:

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved