Penganiayaan Bocah Gorontalo
Perkara Penganiayaan Bocah Gorontalo Kini Ditangani Polres
Perkara penganiayaan bocah Gorontalo kini ditangani Polres Gorontalo. Hal tersebut disampaikan langsung Kapolsek Telaga Iptu Dimas Wicaksono Wijaya
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bocah-tewas-dianiaya.jpg)
Sontak pihak keluarga semakin curiga gelagat DR. Mereka mulai menduga bocah malang itu meninggal akibat ulah tante korban.
Zenab pun mengaku memaksa DR agar mau memperlihatkan keponakan mereka itu.
Kekhawatiran mereka semakin kuat manakala menyaksikan langsung kondisi korban.
"Ada luka memar di bagian leher, mata, dan telinga. Terus di bagian bibir itu ada hitam begitu," terang Zenab.
Baca juga: Penganiayaan Bocah Gorontalo Diungkap sang Kakak, Luka Memar Jadi Bukti Kekerasan
Fakta lain mengungkapkan bahwa korban bersama tiga saudaranya ternyata sempat dititipkan orang tua kandung mereka ke panti asuhan.
Tante korban (DR) lantas menawarkan jasa tempat tinggal bagi keempat bersaudara itu.
Wanita berusia 34 tahun itu memutuskan mengadopsi empat keponakannya, terdiri dari dua perempuan, dan dua laki-laki.
Korban sendiri merupakan anak bungsu. Ia masih duduk di kelas II SD.
Kedua orang tua mereka sudah bercerai. Akhirnya keempat bersaudara tersebut tinggal di rumah tante mereka.
Baca juga: Wanita Terduga Pelaku Penganiayaan Bocah Gorontalo Diamankan Polisi
"Dorang ini sebelumnya dititipkan di panti asuhan oleh orang tuanya," tutur Zenab.
Dikatakan Zenab, keempat anak ini dititipkan ke panti asuhan karena orang tuanya telah lama pisah. Di samping itu, ibu kandung mereka mengalami gangguan kejiwaan.
"Orang tuanya so pisah lama, dan ibu korban kasian punya gangguan kejiwaan," tandasnya. (*)