Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Penganiayaan Bocah Gorontalo

Penganiayaan Bocah Gorontalo Diungkap sang Kakak, Luka Memar Jadi Bukti Kekerasan

Kasus dugaan penganiayaan bocah Gorontalo mulai menemukan titik terang. Kakak korban mengaku kerap memergoki tantenya menganiaya adik-adiknya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi |
zoom-inlihat foto Penganiayaan Bocah Gorontalo Diungkap sang Kakak, Luka Memar Jadi Bukti Kekerasan
TribunGorontalo.com
Zenab, keluarga korban dugaan penganiayaan di Desa Tenggela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kasus dugaan penganiayaan bocah Gorontalo perlahan mulai menemui titik terang.

Kakak korban mengaku kerap memergoki tantenya menganiaya adik-adiknya.

Sebelum dikabarkan meninggal dunia, adiknya (bocah sembilan tahun yang ditemukan tewas) disebut menjadi sasaran pelampiasan emosi tante mereka.

"Torang dapa pengakuan dari pa depe kakak korban bahwa dorang ini tantenya kuat siksa," jelas Zenab, keluarga korban kepada TribunGorontalo.com, Minggu (14/5/2023).

Bahkan kakak korban itu juga mengalami nasib yang sama.

Keempat bersaudara itu diketahui tinggal bersama tante mereka di Perumahan Padengo IV, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.

Hal senada dikatakan paman korban, FB bahwa kakak korban mengungkapkan dirinya sering dianiaya sang tante selama tinggal di perumahan Tenggela.

Bahkan si kakak korban ini masih menyimpan luka memar di bagian belakang tubuhnya.

Luka ini bisa menjadi bukti autentik yang bisa menyeret si tante sebagai pelaku kekerasan.

Namun, pihak kepolisian Polda Gorontalo masih menyelidiki kasus ini. Sementara jasad korban sudah dievakuasi di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo.

TKP Bocah sembilan tahun ditemukan tewas di Desa Tenggela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo.
TKP Bocah sembilan tahun ditemukan tewas di Desa Tenggela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. (TribunGorontalo.com)

Baca juga: Breaking News: Bocah 9 Tahun Asal Tenggela-Gorontalo Tewas, Diduga Akibat Dianiaya Tantenya

Sebelumnya, korban pertama kali diketahui meninggal saat tante korban  menelpon pihak keluarga.

"Jadi torang dapat telepon dari tantenya ini. Dia menelpon di Sabtu sore. Dan kami baru ke lokasi pukul 21.00 Wita," ungkap Zenab.

Ketika pihak keluarga ini tiba di TKP, mereka justru tidak diizinkan si tante melihat kondisi bocah yang meninggal tersebut.

Posisi korban telah ditutupi sarung di dalam kamar.

"Bahkan tantenya ini berkeinginan mengubur korban malam itu juga," ungkap Zenab.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved