Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-444: Moskow Akui Kemajuan Pasukan Ukraina di Kota Bakhmut
Kondisi terkini perang, Sabtu (13/5/2023): Rusia akhirnya mengakui bahwa pasukan Ukraina membuat kemajuan di zona pertempuran Kota Bakhmut.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-di-Kota-Bucha-pada-April-2022.jpg)
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak atas penyediaan rudal jelajah jarak jauh.
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace sebelumnya menegaskan bahwa Inggris akan mengirimkan rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-440: Rudal Rusia Hancurkan Gudang Palang Merah di Odesa
- Serangan balasan yang direncanakan Ukraina untuk memenangkan kembali wilayah yang diduduki oleh Rusia memiliki peluang sukses yang bagus namun bisa menimbulkan banyak korban jiwa jika Rusia menggunakan pertahanan yang telah dipersiapkan dengan baik, kata Presiden Ceko Petr Pavel.
Mantan jenderal NATO mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Jumat bahwa Ukraina membutuhkan dukungan untuk masuknya NATO dan Uni Eropa.
Namun, lanjutnya, bergabung dengan keduanya akan menjadi proses yang panjang, meskipun pembicaraan tentang aksesi UE bisa dimulai tahun ini.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-439: Pasukan Putin Serang Ibu Kota Ukraina, 5 Orang Terluka
- Polisi di Kota St Petersburg, Rusia telah menciptakan unit anti-drone untuk mendeteksi drone tak berawak setelah dugaan serangan di Istana Kremlin di Ibu Kota Rusia, Moskow pada pekan lalu.
Unit tersebut diluncurkan pada Selasa saat perayaan hari kemenangan perang dunia kedua tahunan di Alun-alun Istana St Petersburg, kata kementerian dalam negeri kota itu.
- Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan telah memanggil Duta Besar Amerika Serikat Reuben Brigety atas tuduhan yang dibuatnya bahwa negara tersebut telah memberikan senjata dan amunisi ke Rusia untuk perangnya di Ukraina.
Sebagaimana diketahui, Brigety mengatakan pada Kamis (11/5/2023) bahwa Afrika Selatan telah memuat senjata dan amunisi ke sebuah kapal Rusia, yang berada di bawah sanksi, di sebuah pangkalan angkatan laut dekat Cape Town pada bulan Desember tahun lalu dan senjata tersebut kemudian diangkut ke Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-437: Tentara Bayaran Wagner Bakal Mundur dari Kota Bakhmut
- Putin mengatakan Moskow tidak pernah menolak "jalur diplomatik" untuk menyelesaikan konflik di Ukraina, dalam panggilan telepon dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, menurut Kremlin.
Putin mengatakan pada hari Jumat bahwa dia mendukung proposal Ramaphosa untuk melibatkan para pemimpin Afrika dalam pembicaraan mengenai proses perdamaian untuk Ukraina, kata pembacaan panggilan Kremlin.
- Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan Ukraina melakukan "operasi ofensif" di sepanjang jalur kontak di dekat Soledar, lapor kantor berita resmi kementerian Zvezda.
Lebih dari seribu tentara dan hingga 40 tank dikerahkan dalam serangan hari Kamis, katanya pada hari Jumat, menambahkan bahwa serangan itu "dibalas".
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-436: Ukraina Jatuhkan Drone Militernya Sendiri, Ada Apa?
- Kepala pengawas nuklir PBB (IAEA), Rafael Grossi, berencana untuk mengajukan kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina untuk melindungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia ke Dewan Keamanan PBB bulan ini, menunjukkan kesepakatan sudah dekat, kata empat diplomat kepada Reuters.
Grossi telah mencoba selama berbulan-bulan untuk mengamankan kesepakatan guna mengurangi risiko kecelakaan bencana akibat penembakan di PLTN terbesar di Eropa itu yang kini diduduki pasukan Rusia.