Buruh Gorontalo
UMP Gorontalo Tertinggi ke-14 di Indonesia, Kalahkan Provinsi di Jawa hingga Sumatera
UMP Provinsi Gorontalo ini bahkan mengalahkan 3 provinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230522-rupiah-dolar.jpg)
"Selama menerima upah, pembayarannya hanyalah manual atau cash, setahu saya setiap karyawan jika terima upah dibayarkan nontunai, tapi di situ tidak!" jelas dia.
Pada tahun 2019 upah yang ia terima hanya bertambah Rp 50 ribu dari tahun sebelumnya.
"Untuk upah di tahun 2020, saya lupa kalau berapa, hanya saja saat 2021 upah yang saya terima sebesar Rp.1.850.000, dan di 2022 mentok di 1.900.000," tuturnya.
Baca juga: Hotel Citimall Gorontalo Digeruduk Buruh Gara-gara Pecat Karyawan
Melihat kenaikan gajinya yang sangatlah minim, bahkan waktu bersama keluarga tidak pernah dirasakannya, ia pun memutuskan resign.
Apalagi, dirinya mengaku tidak pernah mendapatkan kartu jaminan kesehatan, kendati bekerja di apotek.
Dirinya juga mengungkapkan, selama kurun waktu tujuh tahun bekerja di apotek itu, ia tidak pernah mendapatkan waktu libur bersama keluarga.
"Bagaimana ada waktu bersama keluarga, sementara masuk kerja mulai pukul 08.00-22.00 Wita," tukas dia. (*)