Minggu, 15 Maret 2026

Pilpres 2024

293 Hari Menuju Pilpres 2024 - Pengamat: Baliho Ganjar Berefek pada Elektabilitasnya di Gorontalo

Pemasangan baliho Calon Presiden (Capres) PDIP Ganjar Pranowo di Gorontalo tentu dapat meningkatkan elektabilitasnya di daerah ini.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto 293 Hari Menuju Pilpres 2024 - Pengamat: Baliho Ganjar Berefek pada Elektabilitasnya di Gorontalo
Tangkapan layar video TribunGorontalo.com/risman taharuddin
Baliho Calon Presiden (Capres) PDIP Ganjar Pranowo di Jalan HB Yasin, Kota Gorontalo. Pemasangan baliho ini tentu dapat meningkatkan elektabilitasnya di daerah ini. 

"Inti kontestasi politik tentu kemenangan, nah Ganjar dilihat sebagai kader yang bisa membawa kemenangan,"tukas Hendra.

Profil Ganjar

Nama Ganjar Pranowo ramai diperbincangkan publik setelah Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menugaskan Ganjar untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ganjar bukanlah nama baru yang disebut-sebut dalam kontestasi Piplres tahun depan.

Ia beberapa kali memuncaki hasil lembaga survei, selalu masuk tiga besar dalam elektabilitas capres.

Namun, namanya yang melejit sebagai capres bukan hasil sulapan.

Ia memiliki karier politik yang panjang dan kisah hidup yang getir untuk sampai ke tempat ini.

Kisah hidup Ganjar misalnya, lahir di Karanganyar pada 28 Oktober 1968 dengan profil keluarga yang biasa-biasa saja.
Dikutip Kompas.id, keluarga Ganjar bisa disebut hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Ayahnya, S Parmudji adalah polisi berpangkat rendah, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Ganjar tumbuh di Karanganyar.

Ia mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 02 Tawangmangu, kemudian sempat pindah ke SDN 1 Kutoarjo dengan alasan perpindahan dinas ayahnya.

Ia beranjak remaja dengan mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kutoarjo yang kini menjadi SMPN 3 Kutoarjo.

Saat remaja inilah, Ganjar sempat membantu ibunya berjualan bensin eceran di toko kelontong sederhana milik ibunya untuk membantu perekonomian keluarga.

Lulus SMP, Ganjar remaja melanjutkan perjalanan akademiknya di Yogyakarta dengan bantuan kakak tertuanya Kunto dan kakak iparnya, Ika.

Ia masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 BOPKRI Yogyakarta.
Dari sini, jiwa aktivis dan kepempimpinan Ganjar mulai terlihat.

Ganjar aktif berorganisasi, masuk PMR, Pramuka, termasuk OSIS. Lulus SMA, ia kemudian memantapkan diri melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum UGM.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved