Senin, 9 Maret 2026

Update Pelatih Taekwondo di Solo Cabuli Murid: Total Korban Bertambah, Semua Laki-laki di Bawah Umur

Korban pencabulan pelatih taekwondo di Solo yang mulanya disebut berjumlah tiga anak, kini bertambah menjadi tujuh orang. Kesemuanya adalah muridnya.

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Pelatih Taekwondo di Solo Cabuli Murid: Total Korban Bertambah, Semua Laki-laki di Bawah Umur
TribunSolo.com/Adi Surya Samodra/IG/PolresSurakarta
Pelatih Taekwondo Donny Susanto, terduga pelaku kasus dugaan tindak pidana pencabulan muridnya yang masih anak di bawah umur ketika memberi keterangan dalam jumpa pers di Mapolresta Solo, Jumat (24/3/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Didapati fakta baru dalam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pelatih taekwondo bernama Donny Susanto alias DS (44) di Solo, Jawa Tengah.

Dari penyelidikan yang dilakukan, didapat bahwa korban pencabulan yang mulanya disebut berjumlah tiga anak, kini bertambah menjadi tujuh orang.

Ketujuh korban tersebut merupakan murid DS di dojang Taekwondo di Gilingan, Solo.

Semua korban yang tercatat merupakan murid laki-laki dan masih di bawah umur, dengan korban paling tua duduk di bangku SMA.

 

 

Baca juga: Viral Oknum Instruktur Taekwondo di Solo Diduga Cabuli Murid, Begini Kronologi hingga Modus Pelaku

"Hinggu hari Minggu (26/3/2023) kemarin, itu dari tiga korban sudah naik menjadi tujuh korban," kata kuasa hukum korban, Sigit Sudibyanto, dalam program Talkshow Kacamata Hukum Tribunnews.com, Senin (27/3/2023). 

"Semua laki-laki, rentan usia mereka dari siswa 2 SMP, 3 SMP paling tua itu kelas 3 SMA. Tidak ada siswa yang SD ke bawah," lanjutnya. 

Menurut pihaknya, korban pelecehan DS dimungkinkan akan terus bertambah. 

Mengingat aksi tersebut, kata Sigit, dilakukan dalam rentan waktu yang cukup lama atau sejak 2020. 

"Karena kita menengarai ini seperti fenomena gunung es."

"Jadi mungkin masih ada yang trauma, takut, malu, makannya kami mendata untuk melibatkan masing-masing orang tua korban agar berani speak up."

"Saya yakin akan masih terus bertambah, karena dari keterangan korban ini kan kejadiannya dari awal pandemi, Desember 2020 dan sekarang sudah Maret 2023, artinya rentan yang cukup lama," katanya. 

Sigit juga menuturkan, aksi pelecehan yang dilakukan oleh DS dilakuakan di tempat yang berbeda-beda. 

"Dan tempatnya berpindah-pindah dari sanggar walaupun tindakannya tidak parah dan ada juga di mess dan juga hotel," jelas Sigit. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved