Update Pelatih Taekwondo di Solo Cabuli Murid: Total Korban Bertambah, Semua Laki-laki di Bawah Umur
Korban pencabulan pelatih taekwondo di Solo yang mulanya disebut berjumlah tiga anak, kini bertambah menjadi tujuh orang. Kesemuanya adalah muridnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pelatih-Taekwondo-di-Solo-pelaku-kasus-dugaan-tindak-pidana-pencabulan-terhadap-anak-di-bawah-umur.jpg)
Awal Terbongkar
Kasus mulai terbongkar saat seorang korban mogok untuk berlatih di dojang milik DS yang terletak di kawasan Kecamatan Banjarsari, Kota Solo pada sekitar akhir tahun 2022.
Pihak dojang sempat mendatangi rumah korban guna membujuknya agar mau berlatih lagi.
Namun upaya itu gagal hingga berujung kecurigaan dari pihak keluarga.
Sigit menuturkan, selain tak mau latihan, korban juga disebut memiliki perubahan sikap.
Korban disebut sering tak bisa mengontrol emosinya hingga menjadi seorang yang pemurung.
"Si anak ini seperti menjadi pemarah tanpa sebab, kemudian disuruh latihan juga semakin marah, jadi pemurung," kata Sigit.
Awalnya, korban diam dan tak mau menceritakan kejadian yang sesungguhnya.
Namun setelah dibujuk keluarga korban, akhirnya mau mengungkapkan aksi bejat DS tersebut.
Baca juga: 4 Fakta Hasil Olah TKP yang Menguatkan Asisten Pribadi Kapolda Gorontalo Briptu RF Bunuh Diri
Modus Aksi DS
DS mengiming-imingi korbannya dengan dalih mengikuti latihan khusus untuk persiapan kejuaraan.
"Ada iming-iming (dari DS), ya gini, istilahnya kalau menurut sama instruktur, disuruh apa saja mau maka akan diikutkan pelatihan kejuaraan dan sebagainya," ujar koordinator kuasa hukum pelapor, Widhi Wicaksono, Jumat (24/3/2022).
Iming-iming tersebut disampaikan DS saat berada di ruang dojang di kawasan Kecamatan Banjarsari Kota Solo.