Banjir Kabupaten Gorontalo
Curhat Korban Banjir Kabupaten Gorontalo: Sahur Makan Nasi Saja, Ikan Dibawa Banjir
Menurutnya peristiwa terjadi begitu cepat. Menjelang buka puasa, ia mengaku mendengar suara teriakan warga mengenai banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2732023_kabupaten-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Tangis Halimah Igirisa, warga Lingkungan IV Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto pecah saat mengenang detik-detik banjir memasuki rumahnya.
Menurutnya peristiwa terjadi begitu cepat. Menjelang buka puasa, ia mengaku mendengar suara teriakan warga mengenai banjir.
"Saya itu dengar orang teriak banjir. Saya kira cuma ba akal," jelas Halimah kepada awak media, Senin (27/3/2023) siang.
Wajah berlinang air mata, wanita paruh baya ini menceritakan bagaimana air mulai memasuki rumahnya.
Halimah pun mengaku panik karena di rumahnya ada anak kecil. Ia dan keluarnya langsung menyelamatkan diri.
Baca juga: 4 Kecamatan di Kabupaten Gorontalo Diterjang Banjir, 2.184 Jiwa Terdampak
Derasnya banjir membuat mereka tak lagi memikirkan barang-barang berharga.
"Pokoknya banyak barang rusak, pak. Saya punya KTP, BPJS tidak tahu lagi," ujarnya.
Ia pun tak muluk-muluk mengharapkan bantuan banyak dari pemerintah.
"Saya tidak minta apa-apa. Tolong bantu bersihkan rumah," pintanya dengan suara lirih.
Sebagaimana diketahui, Kelurahan Hunggaluwa merupakan wilayah terdampak banjir paling parah.
Sekira 470 jiwa harus dievakuasi dari rumah mereka.
Secara keseluruhan, terdapat 4 kecamatan di Kabupaten Gorontalo terdampak banjir.
Jebolnya tanggul sungai disinyalir penyebab utama genangan air di rumah warga mencapai 50 centimeter dari permukaan tanah.
Menurut penuturan warga sekitar bantaran sungai, tanggul tersebut sudah jebol sejak September 2022 lalu.
Curah hujan tinggi pun berhasil merusak tumpukan karung pasir dan kerikil yang digunakan untuk menutupi tanggul jebol.