Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin, Marak Penggunaan Sepeda Listrik dan Cegah Hoaks Korupsi Jelang Pemilu 2024
Berikut sejumlah berita populer Gorontalo kemarin. Masih relevan dibaca hari ini, Jumat (17/3/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1632023_HOAX-Pemilu-2024.jpg)
Kali ini giliran Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo bereaksi terhadap maraknya pengguna sepeda listrik. Kabarnya, pemkot kini tengah menggodok aturan wali kota (perwako).
Jenis berita hoaks atau propaganda bisa berupa informasi bohong soal korupsi. Hoaks ini biasanya menyebar di media sosial.
Berikut sejumlah berita populer Gorontalo kemarin. Masih relevan dibaca hari ini, Jumat (17/3/2023).
Marak Penggunaan Sepeda Listrik, Pemkot Gorontalo Rancang Perwako
TRIBUNGORONTALO.COM, Kota - Pemkot Gorontalo sementara merancang Peraturan Wali Kota (Perwako) untuk penggunaan Sepeda Listrik.
Perwako tersebut sementara dibahas di bagian hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Gorontalo.
Kepala Dinas Perhubungan Hermanto Saleh mengatakan, pihaknya yang mengajukan peraturan tersebut.
Sebab, banyak Warga Kota Gorontalo menggunakan Sepeda Listrik tidak pada tempatnya dan dapat membahayakan pengguna jalan lain.
"Sepeda listrik ini sudah semakin marak di Kota Gorontalo, dan paling banyak pengguna itu dari anak-anak di bawah umur," ungkap Hermanto saat ditemui TribunGorontalo.com di kantornya.
Cegah Hoaks Korupsi Jelang Pemilu 2024, Menyudutkan Politisi dengan Data Palsu
TRIBUNGORONTALO.COM – Jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024, masyarakat perlu mewaspadai kehadiran berita bohong atau hoaks serta propaganda.
Jenis berita hoaks atau propaganda bisa berupa informasi bohong soal korupsi. Hoaks ini biasanya menyebar di media sosial.
Tidak jarang, juga memalsukan judul utama media-media pers arus utama. Tujuannya agar hoaks yang disebar, menjerat banyak masyarakat.
Tahun 2019 adalah bukti bagaimana Pemilu saat itu diramaikan oleh konten hoaks. Konten-konten ini begitu mudah beredar di ruang-ruang publik.
Misalnya pada debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) saat itu.
4 Ribu Anak di Kota Gorontalo Kecanduan Narkoba