Rabu, 4 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-385: Polandia Bakal Kirim Jet Tempur MiG-29 ke Kyiv

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-385, Rabu (15/3/2023): Perdana Menteri Polandia mengatakan pihaknya dapat mengirim jet tempur MiG-29 ke Kyiv.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-385: Polandia Bakal Kirim Jet Tempur MiG-29 ke Kyiv
AFP/STR
Sebuah gambar selebaran yang diambil dan dirilis pada 4 April 2022 oleh layanan pers kepresidenan Ukraina menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kedua kiri) mengunjungi Kota Bucha, barat laut Ibu Kota Ukraina, Kyiv. (Photo by UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP). Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-385 pada Rabu, 15 Maret 2023: Polandia dapat mengirim jet tempur MiG-29 ke Kyiv dalam beberapa minggu mendatang. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Polandia akan kembali mengirimkan bantuan berupa perlengkapan militer ke Ukraina untuk menghadapi perang Rusia yang telah berlangsung lebih dari setahun ini.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Rabu (15/3/2023) atau hari ke-385 perang Rusia, Polandia dapat memberikan jet tempur MiG-29 kepada Ukraina dalam 4 - 6 minggu mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki pada hari Selasa (14/3/2023).

Pernyataan PM Polandia tersebut menunjukkan bahwa sekutu Ukraina bergerak mendekati kesepakatan tentang langkah selanjutnya dalam dukungan militer mereka untuk negara yang diinvasi pasukan Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-384: Zelensky Sebut Masa Depan Ukraina Bergantung di Bahkmut

Polandia mengatakan akan siap untuk mengirim jet MiG-29 rancangan Soviet ke Ukraina sebagai bagian dari koalisi negara.

Namun, dengan sekutu Ukraina itu mengambil pendekatan yang hati-hati untuk transfer jet tempur, belum jelas berapa lama proses tersebut akan berlangsung.

“Itu bisa terjadi dalam 4-6 minggu mendatang,” kata Morawiecki dalam konferensi pers ketika ditanya berapa lama sebelum Warsawa memasok pesawat.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-383: Ribuan Jiwa Tewas dalam Pertempuran di Kota Bakhmut

Kamis pekan lalu Menteri Pertahanan Slovakia Jaroslav Nad mengatakan bahwa Menhan Polandia telah mengatakan kepadanya pada pertemuan Uni Eropa pada hari sebelumnya bahwa Warsawa akan menyetujui proses bersama untuk menyerahkan jet MiG-29 ke Ukraina.

Nad mengatakan waktunya telah tiba juga bagi Slovakia untuk membuat keputusan apakah akan mengirim jet ke Ukraina atau tidak.

Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan bahwa jet Rusia menyebabkan kecelakaan drone mata-mata di Laut Hitam, namun Moskow membantah tabrakan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-381: Bos Wagner Akui Tentara Bayarannya Kekurangan Amunisi

Sekutu NATO di timur bekas komunis seperti Polandia dan Slovakia telah menjadi pendukung vokal Kyiv sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.

Komitmen Polandia kepada tetangganya penting dalam membujuk sekutu Eropa untuk menyumbangkan senjata berat ke Ukraina, termasuk tank, sebuah langkah yang ditentang oleh beberapa pemerintah, termasuk Jerman hingga saat ini.

Polandia diketahui telah mengirimkan 14 tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina

Ditanya pada hari Kamis berapa banyak pesawat MiG-29 yang mungkin dipasok Warsawa, Kepala Kantor Kepresidenan Polandia Pawel Szrot mengatakan "pasti tidak" sebanyak 14 unit.

Dilansir TribunGorontalo.com dari AP News, Angkatan Udara Ukraina akrab dengan MiG-29 dan dapat langsung menggunakan jet tempur tersebut.

Polandia telah menggunakan jet tempur sejak 1989 dan memiliki 28 unit.

Baca juga: Mengenal Apa Itu F-35, Jet Tempur Canggih AS yang Ogah Dikirim Inggris ke Ukraina untuk Lawan Rusia

Mereka telah menggantinya dengan F-16 buatan AS dan jet multi-tugas FA 50 Korea Selatan dan juga membeli pesawat tempur F-35 AS.

Ukraina telah meminta jet tempur sekutu Barat untuk memperkuat pertahanannya saat perang Rusia berlangsung untuk tahun kedua.

Masih belum ada tanda-tanda bahwa negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris akan setuju untuk mengirimkan pesawat tempur mereka.

Baca juga: Mengenal Apa Itu F-16, Jet Tempur AS yang Enggan Dikirim Biden untuk Ukraina di Tengah Perang Rusia

Situasi Medan Pertempuran

Sementara itu, dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pasukan militernya terlibat dalam pertempuran untuk 'bertahan hidup'.

Rusia terlibat dalam pertempuran untuk keberadaannya, kata Putin saat berkunjung ke pabrik penerbangan di wilayah timur jauh Buryatia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-380: Kyiv Mencaci Serangan Rudal yang Tewaskan 9 Warga Sipil

“Bagi kami, ini bukan tugas geopolitik tetapi tugas untuk mempertahankan kenegaraan Rusia, menciptakan kondisi untuk perkembangan negara dan anak-anak kami di masa depan,” kata Putin.

Menanggapi pertanyaan tentang ekonomi, Putin menyatakan bahwa sejak Barat memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia tahun lalu, ekonomi terbukti lebih kuat dari yang diharapkan.

“Kami telah meningkatkan kedaulatan ekonomi kami berkali-kali lipat. Lagi pula, apa yang diandalkan musuh kita? Bahwa kita akan runtuh dalam dua hingga tiga minggu atau dalam sebulan," ungkap Putin.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-379: Serentetan Rudal Rusia Hantam Fasilitas Energi di Odesa

Sedangkan di kubu lawan, Pasukan Ukraina Volodymyr Zelensky dan komandan militer tertingginya telah sepakat untuk terus membela Bakhmut, menurut kantor kepresidenan.

Bakhmut sendiri merupakan kota di Oblast Donetsk, Ukraina wilayah timur yang kini ditargetkan Rusia untuk dikuasai.

Setelah pertemuan yang melibatkan presiden, pejabat tinggi pemerintah dan komandan militer, Kantor Kepresidenan Ukraina mengungkapkan dalam sebuah pernyataan yang berbunyi:

“Setelah mempertimbangkan operasi pertahanan ke arah Bakhmut, semua anggota menyatakan posisi bersama untuk terus mempertahankan dan mempertahankan Kota Bakhmut.”

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved