Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-385: Polandia Bakal Kirim Jet Tempur MiG-29 ke Kyiv
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-385, Rabu (15/3/2023): Perdana Menteri Polandia mengatakan pihaknya dapat mengirim jet tempur MiG-29 ke Kyiv.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-di-Kota-Bucha-pada-April-2022.jpg)
Polandia telah menggunakan jet tempur sejak 1989 dan memiliki 28 unit.
Baca juga: Mengenal Apa Itu F-35, Jet Tempur Canggih AS yang Ogah Dikirim Inggris ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Mereka telah menggantinya dengan F-16 buatan AS dan jet multi-tugas FA 50 Korea Selatan dan juga membeli pesawat tempur F-35 AS.
Ukraina telah meminta jet tempur sekutu Barat untuk memperkuat pertahanannya saat perang Rusia berlangsung untuk tahun kedua.
Masih belum ada tanda-tanda bahwa negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris akan setuju untuk mengirimkan pesawat tempur mereka.
Baca juga: Mengenal Apa Itu F-16, Jet Tempur AS yang Enggan Dikirim Biden untuk Ukraina di Tengah Perang Rusia
Situasi Medan Pertempuran
Sementara itu, dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pasukan militernya terlibat dalam pertempuran untuk 'bertahan hidup'.
Rusia terlibat dalam pertempuran untuk keberadaannya, kata Putin saat berkunjung ke pabrik penerbangan di wilayah timur jauh Buryatia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-380: Kyiv Mencaci Serangan Rudal yang Tewaskan 9 Warga Sipil
“Bagi kami, ini bukan tugas geopolitik tetapi tugas untuk mempertahankan kenegaraan Rusia, menciptakan kondisi untuk perkembangan negara dan anak-anak kami di masa depan,” kata Putin.
Menanggapi pertanyaan tentang ekonomi, Putin menyatakan bahwa sejak Barat memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia tahun lalu, ekonomi terbukti lebih kuat dari yang diharapkan.
“Kami telah meningkatkan kedaulatan ekonomi kami berkali-kali lipat. Lagi pula, apa yang diandalkan musuh kita? Bahwa kita akan runtuh dalam dua hingga tiga minggu atau dalam sebulan," ungkap Putin.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-379: Serentetan Rudal Rusia Hantam Fasilitas Energi di Odesa
Sedangkan di kubu lawan, Pasukan Ukraina Volodymyr Zelensky dan komandan militer tertingginya telah sepakat untuk terus membela Bakhmut, menurut kantor kepresidenan.
Bakhmut sendiri merupakan kota di Oblast Donetsk, Ukraina wilayah timur yang kini ditargetkan Rusia untuk dikuasai.
Setelah pertemuan yang melibatkan presiden, pejabat tinggi pemerintah dan komandan militer, Kantor Kepresidenan Ukraina mengungkapkan dalam sebuah pernyataan yang berbunyi:
“Setelah mempertimbangkan operasi pertahanan ke arah Bakhmut, semua anggota menyatakan posisi bersama untuk terus mempertahankan dan mempertahankan Kota Bakhmut.”
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)