Sandiaga Uno Sebut Praktik ‘Jual Beli Kepala’ Merusak Pariwisata Indonesia

Menurutnya, praktik bisnis ‘jual beli kepala’ memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata untuk meraup keuntungan. 

zoom-inlihat foto Sandiaga Uno Sebut Praktik ‘Jual Beli Kepala’ Merusak Pariwisata Indonesia
Istimewa
Ilustrasi wisatawan mancanegara menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu. (SHUTTERSTOCK/MAZUR TRAVEL) 

TRIBUNGORONTALO.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno tampak menumpahkan kekesalannya terhadap bisnis ‘jual beli kepala’ di sektor pariwisata Indonesia. 

Menurutnya, praktik bisnis ‘jual beli kepala’ memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata untuk meraup keuntungan. 

Padahal, sistem bisnis ‘jual beli kepala’ ini merugikan pariwisata Indonesia yang tengah bangkit dan berkembang. 

“Kemarin, saya mendapatkan laporan bahwa ada oknum yang memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata  untuk melakukan praktik ‘jual beli kepala’,” tulis Sandiaga Uno dalam akun instagramnya, @sandiuno, dikutip TribunGorontalo.com, Jumat (24/2/2023). 

Menurutnya, praktik ini terutama dijalankan untuk wisatawan Tiongkok yang menjadi wisatawan terbanyak datang ke Indonesia. 

Sandiaga menegaskan, bahwa momentum kebangkitan pariwisata bukan soal kuantitas kedatangan pengunjung, tapi juga soal kualitas dan keberlanjutan lingkungan. 

“Jangan rusak citra bali sebagai surganya pariwisata Indonesia. Kuta juga jaga betul-betul keindahan destinasi wisata #DiIndonesiaAja terutama Bali yang sudah diakui dunia,” tegas Menteri berdarah Gorontalo tersebut. 

Kata dia, pihaknya akan berkolaborasi dengan otoritas setempat untuk menindak para oknum yang melakukan praktik ‘jual beli kepala’ tersebut. 

Ia pun berharap, kejadian ini tidak terulang, demi menciptakan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan, sehingga menggerakan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. 

Adapun praktik ‘jual beli kepala’ yang dimaksud Sandiaga Uno adalah menawarkan paket wisata dengan harga lebih murah. 

Biasanya, harga yang ditawarkan sangat miring atau rendah. Tujuannya hanya untuk mendatangkan wisatawan, tanpa memperhatikan layanan yang mereka dapatkan. 

Akibatnya, wisatawan yang dibawa dengan harga paket tersebut, mendapatkan layanan wisata  yang seadanya, bahkan terbilang tidak memuaskan. 

Sebab, selain harganya murah, tujuannya hanya untuk menggenjot jumlah kunjungan wisata ke Indonesia. 

Sekali lagi Sandiaga Uno menegaskan, prakit ini “mengurangi kepuasan para wisatawan dalam kunjungan mereka ke destinasi wisata,”

Pemerintah menargetkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia sebesar 1,2 miliar hingga 1,4 miliar pada 2023. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved