Kamis, 5 Maret 2026

Sandiaga Uno Sebut Praktik ‘Jual Beli Kepala’ Merusak Pariwisata Indonesia

Menurutnya, praktik bisnis ‘jual beli kepala’ memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata untuk meraup keuntungan. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Sandiaga Uno Sebut Praktik ‘Jual Beli Kepala’ Merusak Pariwisata Indonesia
Istimewa
Ilustrasi wisatawan mancanegara menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu. (SHUTTERSTOCK/MAZUR TRAVEL) 

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya melakukan sejumlah strategi, salah satunya dengan menambah atraksi wisata. 

"Untuk mencapai (target) wisatawan nusantara, caranya dengan memperbanyak jumlah event dan atraksi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam agenda Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2023 di Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Strategi lainnya adalah dengan terus mendorong produk wisata baru seperti eco tourism, serta penambahan beberapa produk wisata yang selama ini menurutnya belum dikembangkan secara maksimal. 

Sandiaga melanjutkan, selain itu, pergerakan wisatawan nusantara 1,4 miliar juga bisa dicapai dengan menggelar kegiatan olahraga, musik, dan perhelatan kreatif. 

"Pergerakan wisnus 1,4 miliar ini banyak dipicu oleh kegiatan sport, music, and creative events,” imbuhnya.

Agenda-agenda besar seperti WBSK, F1H20, hingga konser musik seperti DWP dan Head In The Clouds, misalnya, dinilai mampu menarik hingga belasan ribu pengunjung.

Dalam waktu yang sama, Sandiaga menyampaikan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2023 sebesar 3,5 juta hingga 7,4 juta. 

Target ini dikatakan naik cukup signifikan dari target tahun lalu, yakni 3,6 juta wisman.

Adapun strategi untuk mencapai target wisman tersebut salah satunya dengan memperkuat aksesibilitas, yakni dengan menambah jumlah penerbangan. 

“Saya tiap hari on call dengan major airlines, baik indonesian airlines maupun non-Indonesian airlines untuk penambahan jumlah penerbangan dan kursi,” tuturnya.

Hal ini termasuk penerbangan langsung dari Qatar dan Dubai dalam waktu dekat, seperti dikutip dari Kompas.com (9/1/2023). 

Namun, ia tidak menyebut kapan persisnya rute ini akan dibuka. 

“Termasuk kami ingin penambahan dari Singapura dan beberapa negara ASEAN karena kita akan menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum," kata Sandiaga, Senin (9/1/2023).

Selain itu, kata dia, akan ada pula penambahan penerbangan dari Australia ke destinasi unggulan, Bali, serta dari India. 

Menurutnya, pembukaan rute dari India ke Indonesia diperlukan agar India sebagai pasar yang sangat potensial bisa terlayani dengan penerbangan langsung, terutama ke dua destinasi unggulan yaitu Denpasar dan Jakarta. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved