Hotel Gorontalo
Grand Q Hotel Gorontalo dan Memori Sejarah Rumah Bersalin Peninggalan Belanda
Masyarakat generasi 1940 hingga tahun 1990-an sudah tentu tahu, bahwa bangunan yang kini jadi Grand Q Hotel adalah bekas rumah bersalin peninggalan Be
Penulis: Risman Taharudin |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1922023_Grand-Q-Hotel-Gorontalo_Rugaiya-Usman.jpg)
Itulah sebabnya, setelah proses pemindahtanganan, tidak ada perubahan besar yang dilakukan di bangunan hotel tersebut.
Pemilik tetap mempertahankan keaslian gedung. Jika dilihat dari sisi depan memiliki gaya arsitektur rumah adat Gorontalo.
Begitu juga di bagian dalam ruangan-ruangan. Menghadirkan nuansa rumah adat Gorontalo.
“Hotel ini sangat kental dengan Budaya Gorontalo. Karena owner kita aslinya Gorontalo," tutur Rima.
"Banyak konstruksi bangunan yang memiliki nilai kedaerahan tidak dibongkar.” tambah Rima.
Yang menarik, sebagai orang Gorontalo, Rugaiya Wiranto memiliki kenangan khusus dengan tempat tersebut.
Anak kedua Rugaiya bersama Wiranto dilahirkan di tempat tersebut saat masih jadi rumah bersalin.
Dari aspek historis inilah, Rugaiya Wiranto mengakuisisi hotel itu hingga jadi profesional seperti saat ini.
“Hotel ini sangat kental dengan kasih sayang, selain karena misi menyelamatkan bangunan yang penuh historis, juga untuk menyelamatkan kenang-kenangan Ibu saat melahirkan anak keduanya.” tuturnya.
Saat ini Grand Q Hotel juga memiliki 120 Kamar, dengan beberapa ruang pertemuan dan Aula.
Juga memiliki kolam renang di lantai paling atas sebagai tempat untuk bersantai para wisatawan.
“Hotel ini sangat menjunjung tinggi nilai kebudayaan Gorontalo, termasuk akan ada tempat-tempat khusus dihiasi karawo atau yang disebut sulaman khas daerah, hal ini untuk memperkenalkan Gorontalo tidak hanya bangunannya melainkan kreasi-kreasi lokal.” jelasnya. (*)