Minggu, 8 Maret 2026

Hotel Gorontalo

Grand Q Hotel Gorontalo dan Memori  Sejarah Rumah Bersalin Peninggalan Belanda

Masyarakat generasi 1940 hingga tahun 1990-an sudah tentu tahu, bahwa bangunan yang kini jadi Grand Q Hotel adalah bekas rumah bersalin peninggalan Be

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Risman Taharudin |
zoom-inlihat foto Grand Q Hotel Gorontalo dan Memori  Sejarah Rumah Bersalin Peninggalan Belanda
TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin
Grand Q Hotel Gorontalo adalah hotel milik Rugaiya Usman. Putri Gorontalo ini adalah istri tercinta Jenderal (Purn) Wiranto, mantan Panglima ABRI. 

TRIBUNGORONTALO, Gorontalo- Pesona Grand Q Hotel  yang berdiri megah di pusat Ibukota Gorontalo, menyimpan memori sejarah bagi masyarakat.

Masyarakat generasi 1940 hingga tahun 1990-an sudah tentu tahu, bahwa bangunan yang kini jadi Grand Q Hotel adalah bekas rumah bersalin peninggalan Belanda.

Sebagai bekas rumah bersalin, tentu bangunan Grand Q Hotel Gorontalo jadi saksi bisu ratusan perempuan Gorontalo yang pernah mengerang kesakitan melahirkan. 

Grand Q Hotel dengan begitu, tidak hanya sekadar tempat menginap, juga kenangan masa lalu Gorontalo.

Grand Q Hotel sebelumnya bernama Hotel Quality. Diresmikan mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad pada 20 Mei 2005.

Hotel ini diresmikan lima tahun sejak Gorontalo jadi provinsi otonom berpisah dari Sulawesi Utara.

Barangkali ini hotel pertama sejak Gorontalo merdeka. Karena itu, tentu menjadi simbol perubahan Gorontalo setelah menjadi provinsi.

Pada tahun 2012, Hotel Quality diakuisisi kepemilikannya oleh mantan Nou Gorontalo, Rugaiya Usman.

Putri Gorontalo ini adalah istri tercinta Jenderal (Purn)  Wiranto, mantan Panglima ABRI.

Seiring beralihnya kepemilikan, hotel ini berganti nama menjadi Grand Q Hotel

Saat berbincang dengan TribunGorontalo.com baru-baru ini, Rima Fazriah Usman Direktur Grand Q Hotel mengatakan, sebagian besar karyawan hotel adalah warga Gorontalo. 

Inilah yang juga menjadi motif utama Rugaiya Wiranto tak ragu mengakuisisi hotel tersebut.

Menurutnya, putra-putri Gorontalo memiliki etos kerja dan profesional. 

Sangat disayangkan jika puluhan karyawan akan kehilangan pekerjaannya hanya karena persoalan manajemen hotel.

Selain itu, Rugaiya menurutnya, mengakuisisi hotel tersebut agar nilai historis bangunan itu tetap terjaga. 

Itulah sebabnya, setelah proses pemindahtanganan, tidak ada perubahan besar  yang dilakukan di bangunan hotel tersebut. 

Pemilik tetap mempertahankan keaslian gedung. Jika dilihat dari sisi depan memiliki gaya arsitektur rumah adat Gorontalo.

Begitu juga di bagian dalam ruangan-ruangan. Menghadirkan nuansa rumah adat Gorontalo.

“Hotel ini sangat kental dengan Budaya Gorontalo. Karena owner kita aslinya Gorontalo," tutur Rima. 

"Banyak konstruksi bangunan yang memiliki nilai kedaerahan tidak dibongkar.” tambah Rima.

Yang menarik, sebagai orang Gorontalo, Rugaiya Wiranto memiliki kenangan khusus dengan tempat tersebut. 

Anak kedua Rugaiya bersama Wiranto dilahirkan di tempat tersebut saat masih jadi rumah bersalin. 

Dari aspek historis inilah,  Rugaiya Wiranto mengakuisisi hotel itu hingga jadi profesional seperti saat ini. 

“Hotel ini sangat kental dengan kasih sayang, selain karena misi menyelamatkan bangunan yang penuh historis, juga untuk menyelamatkan kenang-kenangan Ibu saat melahirkan anak keduanya.” tuturnya.

Saat ini Grand Q Hotel juga memiliki 120 Kamar, dengan beberapa ruang pertemuan dan Aula. 

Juga memiliki kolam renang di lantai paling atas sebagai tempat untuk bersantai para wisatawan.

“Hotel ini sangat menjunjung tinggi nilai kebudayaan Gorontalo, termasuk akan ada tempat-tempat khusus dihiasi karawo atau yang disebut sulaman khas daerah, hal ini untuk memperkenalkan Gorontalo tidak hanya bangunannya melainkan kreasi-kreasi lokal.” jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved